Smart Teacher, Upaya Nyata Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik
Selasa, 04 Januari 2022 - 00:09 WIB
loading...
Webinar Smart Teacher diharapkan mampu mencetak tenaga pendidik atau guru yang kreatif, inspiratif dan inovatif. Foto ist
A
A
A
BOGOR - Kegiatan Smart Teacher diharapkan mampu mencetak tenaga pendidik atau guru yang kreatif, inspiratif dan inovatif. Di tengah tantangan pembelajaran secara daring saat ini, guru kreatif dan inspiratif sangat dibutuhkan.
EVP CSR BCA Inge Setiawati menjelaskan, program Smart Teacher merupakan bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik di 20 sekolah binaan BCA yang tersebar di berbagai daerah antara lain Serang, Lampung, Gunungkidul dan Banyuwangi. Baca juga: Kadisdik DKI Larang Tenaga Pendidik Cuti Natal dan Tahun Baru
Rangkaian program Smart Teacher dilakukan dalam berbagai fase pelatihan. Fase pertama dengan tema 'Menjadi Pengajar Blended Learning yang Efektif di Era Pembelajaran Jarak Jauh'. Fase kedua mengangkat tema 'Pelatihan Soft Skills Guru untuk Meningkatkan Keefektifan Pembelajaran'.
Selain mendapatkan materi, lanjut Inge, para guru mendapatkan pendampingan berupa coaching berkala, membuat essay inovasi pembelajaran selama pandemi untuk meningkatkan kemampuan menulis, serta ditugaskan untuk berbagi materi dengan guru dan sekolah lain untuk memperluas dampak pelatihan.
"Kehadiran kegiatan ini turut menjembatani guru untuk lebih mendalami soft skill serta meningkatkan kemampuan pedagogik untuk melahirkan kreativitas pada saat proses belajar mengajar," ujar Inge dalam pernyataannya, Senin (3/1/2022).
EVP CSR BCA Inge Setiawati menjelaskan, program Smart Teacher merupakan bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik di 20 sekolah binaan BCA yang tersebar di berbagai daerah antara lain Serang, Lampung, Gunungkidul dan Banyuwangi. Baca juga: Kadisdik DKI Larang Tenaga Pendidik Cuti Natal dan Tahun Baru
Rangkaian program Smart Teacher dilakukan dalam berbagai fase pelatihan. Fase pertama dengan tema 'Menjadi Pengajar Blended Learning yang Efektif di Era Pembelajaran Jarak Jauh'. Fase kedua mengangkat tema 'Pelatihan Soft Skills Guru untuk Meningkatkan Keefektifan Pembelajaran'.
Selain mendapatkan materi, lanjut Inge, para guru mendapatkan pendampingan berupa coaching berkala, membuat essay inovasi pembelajaran selama pandemi untuk meningkatkan kemampuan menulis, serta ditugaskan untuk berbagi materi dengan guru dan sekolah lain untuk memperluas dampak pelatihan.
"Kehadiran kegiatan ini turut menjembatani guru untuk lebih mendalami soft skill serta meningkatkan kemampuan pedagogik untuk melahirkan kreativitas pada saat proses belajar mengajar," ujar Inge dalam pernyataannya, Senin (3/1/2022).
Lihat Juga :