Petani Cabai Rawit di Lembang Gagal Panen, Harga Melonjak Rp60 Ribu Per Kilogram
Jum'at, 10 Desember 2021 - 07:06 WIB
loading...
Petani sayuran asal Lembang, KBB, menunjukkan hasil panen cabai rawit yang busuk dan layu akibat cuaca ekstrem dan hujan terus menerus sehingga menyebabkan gagal panen. Foto/MPI/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Para petani cabai rawit di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kerugian akibat gagal panen. Tanaman cabai rusak dan buahnya busuk disebabkan cuaca ekstrem dan kondisi hujan yang terjadi hampir setiap hari.
"Iya, tanaman cabai rawit banyak yang busuk, tak bisa dipanen, pengaruh dari cuaca yang hujan terus," kata petani asal Desa Suntenjaya, Lembang, Yayan (47), Kamis (9/12/2021). Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Cabai dan Sayuran di Brebes Melonjak 100 Persen
Dia mengatakan, pada musim hujan, banyak penyakit yang menyerang tanaman, terutama tanaman cabai rawit sehingga menyebabkan buah cepat busuk. Kondisi itu membuat hasil panen menurun drastis. "Kalau kondisi normal, panen bisa 1 kuintal, sekarang turun drastis paling sekitar 20 kilogram," keluhnya.
Dirinya tidak bisa menyiasati rusaknya tanaman dengan pemberian obat hama, karena harga pestisida juga melonjak dua kali lipat. Jika itu dilakukan maka setiap kali panen, biaya perawatan yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya.
"Lebih banyak cabai yang busuk dibanding yang bagus. Saya juga daripada dipanen lebih baik membiarkan tanamannya busuk di kebun," kata dia. Baca juga: Produksi Terganggu Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Kian Mahal
"Iya, tanaman cabai rawit banyak yang busuk, tak bisa dipanen, pengaruh dari cuaca yang hujan terus," kata petani asal Desa Suntenjaya, Lembang, Yayan (47), Kamis (9/12/2021). Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Cabai dan Sayuran di Brebes Melonjak 100 Persen
Dia mengatakan, pada musim hujan, banyak penyakit yang menyerang tanaman, terutama tanaman cabai rawit sehingga menyebabkan buah cepat busuk. Kondisi itu membuat hasil panen menurun drastis. "Kalau kondisi normal, panen bisa 1 kuintal, sekarang turun drastis paling sekitar 20 kilogram," keluhnya.
Dirinya tidak bisa menyiasati rusaknya tanaman dengan pemberian obat hama, karena harga pestisida juga melonjak dua kali lipat. Jika itu dilakukan maka setiap kali panen, biaya perawatan yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya.
"Lebih banyak cabai yang busuk dibanding yang bagus. Saya juga daripada dipanen lebih baik membiarkan tanamannya busuk di kebun," kata dia. Baca juga: Produksi Terganggu Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Kian Mahal
Lihat Juga :