Namanya Sempat Dicoret, Rektorat Unsri Pastikan Mahasiswi Korban Pelecehan Dosen Tetap Diwisuda

Jum'at, 03 Desember 2021 - 21:33 WIB
loading...
Namanya Sempat Dicoret, Rektorat Unsri Pastikan Mahasiswi Korban Pelecehan Dosen Tetap Diwisuda
Rektorat Unsri memastikan korban pelecehan dosen berinisial F tetap diwisuda meski namanya sempat hilang di daftar yudisium. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
PALEMBANG - Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan , memastikan seluruh mahasiwa Fakultas Ekonomi yang telah ditentukan tetap mengikuti proses yudisium .

Termasuk mahasiswi berinisial F, korban pelecehan seksual oknum dosen yang sempat namanya hilang dalam daftar. Hanya saja pelaksanaannya dibagi dalam 2 sesi.

Baca juga: Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Dosen Dicoret dari Daftar Wisuda

Wakil Rektor III Unsri Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iwan Stia Budi mengatakan, terdapat 157 mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengikuti yudisium pada Jumat (3/12/2021).

“Memang ada sedikit kegaduhan akibat misinformasi yang beredar sebelumnya. Tapi kami pastikan semua ikut dalam yudisium," katanya.

Hanya saja, menimbang dari banyaknya jumlah peserta. Maka pelaksanaan yudisium dilakukan dalam 2 sesi. Yakni pagi dan siang. Dimana mahasiswi berinisial F (sebelumnya disebutkan berinisial DR) yang diduga korban pelecehan seksual oleh oknum dosen ikut dalam yudisium sesi kedua.

Baca juga: Polwan Cantik Polda Sumsel Akan Jemput Paksa Dosen Unsri Pelaku Pelecehan Seksual

"Kami menerapkan protokol kesehatan dengan membagi jumlah peserta kedalam dua sesi," katanya.

Iwan pun meminta agar masalah yudisium Fakultas Ekonomi itu tidak dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang saat ini tengah diproses oleh penyidik PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.

"Jadi jangan salah informasi. Yang benar itu yudisium sudah diatur dan memerhatikan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Viral! Kakek Muslim di Minahasa Selatan Hibahkan Tanahnya untuk Gereja

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Dwiki Sandy membenarkan kalau F sudah mengikuti Yudisium. Hanya saja, namanya sempat dicoret meski sebelumnya sudah menerima undangan.

"Alasan rektorat awalnya kurang administrasi. Tapi kenapa sebelumnya ada undangan, tapi tiba-tiba namanya hilang, dan pada sesi kedua namanya ada lagi," pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1413 seconds (11.252#12.26)