Pengusaha Hotel dan Restoran Apresiasi Bupati JR Saragih Buka Parapat Kembali
Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:09 WIB
loading...
Pihak Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun melakukan pemeriksaan ketat dan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan wisatawan yang masuk Parapat. Foto/Sindonews.com/Ist
A
A
A
PARAPAT - Pelaku pariwisata di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengapresiasi kebijakan Bupati JR Saragih membuka kembali kawasan Danau Toba di Parapat di masa New Normal dan menyatakan, siap mendukung dan mematuhi protokol pencegahan Covid 19.
Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Simalungun, H.Rahimal K Noor mengatakan hampir seluruh pengusaha dan karyawan sektor pariwisata nyaris menjadi pengangguran atau menjadi warga miskin baru karena kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya kawasan wisata Danau Toba di Parapat bagi wisatawan. (Baca juga : Kendaraan Masuk Kawasan Wisata Danau Toba di Parapat Wajib Disemprot Disinpektan )
"Untung Pak Bupati Simalungun JR Saragih memahami kondisi yang dihadapi pekerja dan pengusaha hotel dan restoran di Parapat, karena selama ini kami sudah seperti ikan yang diangkat dari air sudah megap-megap, mudah-mudahan pariwisata dan ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali, dengan diizinkannya wisatawan berkunjung," ujar Rahimal, Sabtu (6/6/2020).
Salah seorang, pengusaha restoran atau rumah makan Silaturahim, di Parapat, Zuraini Helny Siregar, juga menyampaikan, terimakasih kepada Bupati Simalungun JR Saragih yang berharap dibukanya kembali Parapat sebagai daerah tujuan wisata memberikan dampak positif terhadap perbaikan ekonominya yang selama 3 bulan belakangan ini terpuruk akibat pandemi Covid 19.
"Protokol pencegahan Covid 19 bagi pengunjung wajib dipatuhi dan menjadi syarat pelayanan, penyiapan tempat cuci tangan, memakai masker, dan juga sudah dicantumkan batasan maksimal jumlah tempat duduk di dalam restoran atau secara sadar mengurangi jumlah tempat duduk, dan menempelkan pengumuman jumlah maksimal kapasitas tempat duduk menjadi 35 dari 100 tempat duduk sebelumnya," ujar Zuraini.
Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Simalungun, H.Rahimal K Noor mengatakan hampir seluruh pengusaha dan karyawan sektor pariwisata nyaris menjadi pengangguran atau menjadi warga miskin baru karena kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya kawasan wisata Danau Toba di Parapat bagi wisatawan. (Baca juga : Kendaraan Masuk Kawasan Wisata Danau Toba di Parapat Wajib Disemprot Disinpektan )
"Untung Pak Bupati Simalungun JR Saragih memahami kondisi yang dihadapi pekerja dan pengusaha hotel dan restoran di Parapat, karena selama ini kami sudah seperti ikan yang diangkat dari air sudah megap-megap, mudah-mudahan pariwisata dan ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali, dengan diizinkannya wisatawan berkunjung," ujar Rahimal, Sabtu (6/6/2020).
Salah seorang, pengusaha restoran atau rumah makan Silaturahim, di Parapat, Zuraini Helny Siregar, juga menyampaikan, terimakasih kepada Bupati Simalungun JR Saragih yang berharap dibukanya kembali Parapat sebagai daerah tujuan wisata memberikan dampak positif terhadap perbaikan ekonominya yang selama 3 bulan belakangan ini terpuruk akibat pandemi Covid 19.
"Protokol pencegahan Covid 19 bagi pengunjung wajib dipatuhi dan menjadi syarat pelayanan, penyiapan tempat cuci tangan, memakai masker, dan juga sudah dicantumkan batasan maksimal jumlah tempat duduk di dalam restoran atau secara sadar mengurangi jumlah tempat duduk, dan menempelkan pengumuman jumlah maksimal kapasitas tempat duduk menjadi 35 dari 100 tempat duduk sebelumnya," ujar Zuraini.
Lihat Juga :