alexametrics

Rapid Test Massal Diserbu Warga, Ini Aturan Ketatnya

loading...
Rapid Test Massal Diserbu Warga, Ini Aturan Ketatnya
Para warga antre panjang di Terminal Keputih untuk ikut rapid test massal. SINDOnews/Aan Haryono
A+ A-
SURABAYA - Pelaksanaan rapid test massal di Terminal Keputih, Sukolilo Surabaya terus dipadati masyarakat dalam dua hari terakhir ini.

Mereka datang dari beberapa wilayah untuk mengikuti rapid test dan swab massal gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Intelijen Negara (BIN). (Baca juga: Rapid Test di Warung Kopi, Enam Pengunjung Reaktif)

Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan, pemkot telah menyiapkan kursi antrean panjang dengan jarak antar warga. Ratusan kursi pun berjejer dengan pengaturan jarak satu dan yang lain. Hal ini dilakukan agar warga yang akan mengikuti rapid test itu tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan.



Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan antrean sudah disiapkan 200 kursi bagi warga yang akan mengikuti rapid test dan swab massal.

“Kami siapkan kursi sebanyak 200 buah, mereka harus duduk dulu menunggu antrean,” kata Irvan, Jumat (5/6/2020).

Dia mengatakan, ketika warga belum mendapat kursi antrean, mereka bisa pulang dulu atau menunggu di luar. Namun, ketika menunggu di luar mereka dilarang berkelompok atau bergerombol. “Yang belum dapat kursi, kami minta menyebar. Kita larang bergerombol," kata dia.

Dalam rapid test massal yang digelar kali ini, Kepala BPB dan Linmas Surabaya menyatakan telah menyiagakan ratusan personel. Mereka bertugas mengatur warga yang datang agar tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan.

“Kami menyiagakan personel juga di luar untuk meminta mereka (warga) supaya menyebar dan tidak berkelompok,” kata dia.

Irvan menyebut, setidaknya ada 131 personel yang disiagakan. Mereka terdiri dari anggota Linmas, Satpol PP, jajaran kecamatan serta petugas dari kepolisian dan TNI. "Ini hari ketujuh rapid test dan swab massal ini," ujar dia.

Sebagai informasi, selain berlangsung di Terminal Keputih Sukolilo, hari ini rapid test dan swab massal juga dilaksanakan di Jalan Pegirian, kawasan Ampel Surabaya. Rapid test ini menggunakan Mobil PCR (polymerase chain reaction) dari BIN dengan masing-masing kuota disiapkan 500 peserta.
(nth)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak