Hari Kesehatan, Pemkot Jakbar Lakukan Tracking dan Rapid Test pada 1.000 Pegawai
Kamis, 12 November 2020 - 20:23 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sekalipun kasus Covid-19 trennya menurun, namun tidak mengurangi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengendurkan pengawasan. Tracking (pelacakan) terhadap pegawai masih terus dilakukan.
Selain tracking, Pemkot Jakarta Barat juga menggelar rapid test massal terhadap pegawai yang berlangsung di kantor Wali Kota, Kamis (12/11/2020). (Baca juga: Update Vaksin Corona: Rusia Hembuskan Kabar Gembira dari Uji Coba Kontroversial)
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Suku Dinas (Sudin) Kesehatan itu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 hari ini. Ia menyebut ada sejumlah kegiatan yang digelar Sudis Kesehatan Jakarta Barat.
"Di sini ada kegiatan pemberian masker, pelaksanaan pembinaan terpadu untuk mengecek kondisi kesehatan, pelaksanakan rapid test, serta men-tracking ASN," ujarnya saat meninjau pelaksanaan rapid test massal di lingkungan kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Kegiatan rapid test diikuti kurang lebih 1.000 orang, baik ASN, pegawai Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), Pamdal, dan tenaga ahli. Meski bukan tes swab, namun rapid test ini dianggap penting karena bisa mengetahui reaksi antibodi atau daya tahan tubuh.
Selain tracking, Pemkot Jakarta Barat juga menggelar rapid test massal terhadap pegawai yang berlangsung di kantor Wali Kota, Kamis (12/11/2020). (Baca juga: Update Vaksin Corona: Rusia Hembuskan Kabar Gembira dari Uji Coba Kontroversial)
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Suku Dinas (Sudin) Kesehatan itu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 hari ini. Ia menyebut ada sejumlah kegiatan yang digelar Sudis Kesehatan Jakarta Barat.
"Di sini ada kegiatan pemberian masker, pelaksanaan pembinaan terpadu untuk mengecek kondisi kesehatan, pelaksanakan rapid test, serta men-tracking ASN," ujarnya saat meninjau pelaksanaan rapid test massal di lingkungan kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Kegiatan rapid test diikuti kurang lebih 1.000 orang, baik ASN, pegawai Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), Pamdal, dan tenaga ahli. Meski bukan tes swab, namun rapid test ini dianggap penting karena bisa mengetahui reaksi antibodi atau daya tahan tubuh.
Lihat Juga :