Perampokan Berdarah Gegerkan Manado, Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 18:44 WIB
Perampokan Berdarah Gegerkan Manado, Polisi Masih Lakukan Pendalaman
Perampokan terjadi di PT Manado Inter Money Changer yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Foto/MPI/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Peristiwa berdarah di kantor penukaran uang PT Manado Inter Money Changer di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Jumat (22/10/2021) sekitar pukul 09.15 WITA. Masih didalami oleh Polresta Manado.

Baca juga: Perampokan Berdarah di Jumat Legi Gegerkan Manado, Saksi Dengar Jerit Memilukan Korban

Pada awalnya, peristiwa berdarah tersebut ramai dikabarkan sebagai aksi perampokan. Namun, berkembang juga dugaan adanya kasus penganiayaan. Kapolresta Manado, Kombes Pol Elvianus Laoli mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki dengan dugaan kasus penganiayaan.





Sedangkan dugaan perampokan, diakui Elvianus Laoli masih dalam pengembangan. "Untuk dugaan perampokan masih dikembangkan karena belum adanya konfirmasi dari pihak korban adanya barang atau uang yang hilang," tegasnya.

Baca juga: 4 Anggota TNI AU Babak Belur Diamuk Massa saat Hendak Ambil Mobil yang Digelapkan Penyewa

Elvianus Laoli menambahkan bahwa dari rekaman CCTV, ada satu pelaku yang menggunakan benda tumpul melakukan penganiayaan kepada korban dan tidak terlihat pelaku melakukan pencurian di lokasi. "Tim inafis langsung diturunkan untuk melakukan olah TKP di lokasi tersebut. Timsus Resmob dan Tim Maleo Polda Sulut pun diperintahkan untuk mengejar pelaku," ujarnya.

Kasus dugaan perampokan terjadi di kantor PT Manado Inter Money Changer menjadi viral di sosial media. Perisitiwa itu diketahui setelah salah satu saksi bernama Nova Sasue (41) yang bekerja di Toko Daytona, mendengar suara teriakan minta tolong dari korban, kemudian bersama saksi lainnya menghampiri korban, dan melihat kepala korban sudah berdarah.

Baca juga: Kisah Bupati Jogja Tan Jin Sing, Bantu Ayah Diponegoro Jadi Raja dan Mengeksplorasi Candi Borobudur

Sementara saksi Mesri Kapiah (41) menambahkan, saat itu melihat korban sudah berteriak dan di bagian kepala sudah mengeluarkan darah. Selanjutnya dia memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Saksi lainnnya, Ayub Mamonto yang pada saat kejadian berada di depan BTN Bahu sempat melihat diduga tersangka menggunakan sepeda motor matic dan helm, melaju meninggalkan lokasi kejadian secara terburu-buru.

Korban atas nama Welly Tangos (71) selaku pemilik mengalami luka di kepala, tangan kiri dan kanan serta benturan di dada kiri. Selanjutnya korban dilarikan kerumah sakit Permata Bunda kemudian di rujuk ke RS. Prof Kandou Malalayang. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan akibat diduga benturan benda yang belum diketahui jenisnya.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1217 seconds (10.177#12.26)