Istri Dimakamkan Protokol COVID-19, Ryadi: Demi Apapun Saya Akan Ambil Jenazahnya
Rabu, 03 Juni 2020 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Ryadi bersama kedua anak perempuannya, mengaku sempat mengejar rombongan pengantar jenazah yang membawa istrinya ke TPK Macanda dengan mengendarai motor. Tapi tidak terkejar.
"Saya sampai bertanya-tanya di mana itu (TPK) Macanda sama warga karena saya tidak tahu itu," imbuhnya.
Baca Juga: Ibu yang Baru Melahirkan Bayi Kembar di Toraja Terpapar Covid-19
Tiba di TPK Macanda, Ryadi dan kedua anaknya tidak diizinkan mendekat oleh tim gugus yang sementara melakukan proses pemakaman jenazah sang istri.
"Saya hanya melihat dari jauh saya tidak tahu harus bagaimana saat itu. Hati saya menangis, ada anak-anak saya yang mau lihat ibunya dimakamkan dengan layak," akunya terisak.
Beberapa hari berlalu, tepat 22 Mei lalu, Ryadi kembali datang menemui tim gugus untuk mempertanyakan hasil swab tes yang telah dilakukan. Mengetahui hasilnya negatif, Ryadi mengaku marah dan mempertanyakan kejelasan dari tim gugus. Namun tetap saja dia tidak mendapatkan respons dan penjelasan yang masuk akal.
"Saya bertanya-tanya sama mereka kenapa kalau istri saya PDP, kenapa mereka tidak memperlakukan kami selayaknya orang dalam pemantauan (ODP) karena setiap hari saya dan anak-anak kontak langsung dengan ibunya. Mereka tidak bisa menjawab itu. Itu yang membuat saya, demi apa pun saya akan ambil jenazah istri saya untuk dimakamkan secara layak," tegas Ryadi.
"Saya sampai bertanya-tanya di mana itu (TPK) Macanda sama warga karena saya tidak tahu itu," imbuhnya.
Baca Juga: Ibu yang Baru Melahirkan Bayi Kembar di Toraja Terpapar Covid-19
Tiba di TPK Macanda, Ryadi dan kedua anaknya tidak diizinkan mendekat oleh tim gugus yang sementara melakukan proses pemakaman jenazah sang istri.
"Saya hanya melihat dari jauh saya tidak tahu harus bagaimana saat itu. Hati saya menangis, ada anak-anak saya yang mau lihat ibunya dimakamkan dengan layak," akunya terisak.
Beberapa hari berlalu, tepat 22 Mei lalu, Ryadi kembali datang menemui tim gugus untuk mempertanyakan hasil swab tes yang telah dilakukan. Mengetahui hasilnya negatif, Ryadi mengaku marah dan mempertanyakan kejelasan dari tim gugus. Namun tetap saja dia tidak mendapatkan respons dan penjelasan yang masuk akal.
"Saya bertanya-tanya sama mereka kenapa kalau istri saya PDP, kenapa mereka tidak memperlakukan kami selayaknya orang dalam pemantauan (ODP) karena setiap hari saya dan anak-anak kontak langsung dengan ibunya. Mereka tidak bisa menjawab itu. Itu yang membuat saya, demi apa pun saya akan ambil jenazah istri saya untuk dimakamkan secara layak," tegas Ryadi.
(luq)
Lihat Juga :