Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Langgar Larangan Pernikahan Sunda-Majapahit, Berujung Duel Brutal 2 Raja Sedarah

loading...
Langgar Larangan Pernikahan Sunda-Majapahit, Berujung Duel Brutal 2 Raja Sedarah
Gapura Jedong atau Candi Jedong berupa bangunan gapura dengan tipe paduraksa, merupakan salah satu peninggalan masa kejayaan Majapahit yang terletak di lerang utara Gunung Gajah Mungkur. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
Perang Bubat yang terjadi antara Majapahit, dengan Sunda, menyisakan kepiluan dan kepahitan di antara kedua wilayah kerajaan di tanah Jawa tersebut. Gajah Mada yang dituduh menggagalkan pernikahan Raja Hayam Wuruk dengan putri Sunda, kian memperkeruh hubungan kedua kerajaan.

Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik

Dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquene, pasca kejadian Perang Bubat terjadi pernikahan antara kerabat Dewa Niskala, dengan salah satu pengungsi dari Majapahit.





Saat itu Kerajaan Majapahit memang tengah mengalami kemunduran. Wilayahnya pun diserang sehingga membuat warganya mengungsi hingga ke Jawa Barat, Ibu Kota Kawali, Galuh. Namun pernikahan antara raja Kerajaan Galuh dengan perempuan asal Majapahit, memicu kemarahan Raja Susuktunggal.

Baca juga: Ziarah ke Makam Istri dan Anak Gadisnya yang Dibunuh Tanpa Baju, Yosef Menangis Tersedu

Apalagi kala itu Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai Raja Galuh Rahyang Wastu wafat. Pecahan pertama dipimpin oleh Raja Dewa Niskala, pecahan kedua dipimpin oleh Raja Susuktunggal. Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal ini memiliki gelar yang sama.

Maka ulah Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh, telah menyepakati masyarakat Sunda tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.

Baca juga: Ibu yang Relakan Tubuhnya Remuk Dilindas Truk Demi Selamatkan Anak, Meninggal Dunia

Pelanggaran ini membuat Raja Susuktunggal melampiaskan kemarahannya dengan bertarung melawan Raja Dewa Niskala. Sebab persoalan melanggar hukum saja, tapi sudah berhubungan harga diri masyarakat Sunda.



Agar peperangan tidak berlanjut, akhirnya dewan penasihat kedua kerajaan saling bertemu, dan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan. Jalan perdamaian ditempuh dengan pengangkatan penguasa baru yakni bernama Jayadewata, atau sering dikenal dengan Prabu Siliwangi.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top