Pengguna Knalpot Bising Masih Marak, Warga Kritik Kinerja Polres Wajo
Rabu, 01 September 2021 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
IM, salah seorang anggota komunitas mobil di Kabupaten Wajo mengungkapkan, ia bersama sejumlah teman-teman komunitas lainnya kerap menjadi korban dari praktik dugaan pungli anggota Satlantas Wajo.
Paraktik pungli itu terjadi di malam hari, anggota Satlantas Polres Wajo yang berpatroli menggunakan sepeda motor menargetkan mobil yang menggunakan knalpot racing.
Baca juga:Anggota Komunitas Mobil Keluhkan Dugaan Praktik Pungli Satlantas Polres Wajo
Alih-alih menertibkan atau menahan kendaraan yang mengunakan knalpot racing , oknum polisi tersebut hanya meminta sejumlah uang jika tidak ingin kendaraan yang terjaring ditahan.
"Kami hanya diminta untuk memperlihatkan surat-surat kendaraan. Karena mobil yang saya pakai tidak menggunakan knalpot standar, maka oknum polisi itu meminta saya untuk membayar, setelah membayar kami langsung disuruh pergi. Tarif yang dikenakan bervariasi, Rp250-500 ribu per kendaraan," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (30/8/2021).
Paraktik pungli itu terjadi di malam hari, anggota Satlantas Polres Wajo yang berpatroli menggunakan sepeda motor menargetkan mobil yang menggunakan knalpot racing.
Baca juga:Anggota Komunitas Mobil Keluhkan Dugaan Praktik Pungli Satlantas Polres Wajo
Alih-alih menertibkan atau menahan kendaraan yang mengunakan knalpot racing , oknum polisi tersebut hanya meminta sejumlah uang jika tidak ingin kendaraan yang terjaring ditahan.
"Kami hanya diminta untuk memperlihatkan surat-surat kendaraan. Karena mobil yang saya pakai tidak menggunakan knalpot standar, maka oknum polisi itu meminta saya untuk membayar, setelah membayar kami langsung disuruh pergi. Tarif yang dikenakan bervariasi, Rp250-500 ribu per kendaraan," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (30/8/2021).
(luq)
Lihat Juga :