Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:11 WIB
loading...
Tokoh Masyarakat Merauke dan sekaligus anggota KEPP OKP John Gluba Gebze meminta PSN Wanam harus jamin masa depan anak. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di kawasan Wanam diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak masyarakat adat yang tinggal di wilayah terdampak. Anak-anak Papua harus dipersiapkan menjadi generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Merauke dan sekaligus anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) John Gluba Gebze dalam Konsultasi Publik bertajuk "Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal dalam Menjaring Aspirasi, Menyelaraskan Aksi, Mewujudkan Generasi Papua Unggul" yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Aula Anim Ha, Merauke, Jumat, (24/7/2026).
Menurut John Gluba, Papua memiliki karakter sosial, budaya, bahasa, dan sistem nilai yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Keberagaman tersebut merupakan wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus dihormati dalam setiap kebijakan pembangunan, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan.
Baca juga: Pembangunan Dermaga Logistik PSN Wanam Capai 93%, Ditargetkan Operasi Maret 2026
"Anak-anak Papua harus dipersiapkan menjadi generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya. Karena itu, pembangunan pendidikan di Papua tidak boleh diseragamkan dengan daerah lain, tetapi harus disesuaikan dengan karakter masyarakat adat dan kearifan lokal yang hidup di setiap wilayah," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Merauke dan sekaligus anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) John Gluba Gebze dalam Konsultasi Publik bertajuk "Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal dalam Menjaring Aspirasi, Menyelaraskan Aksi, Mewujudkan Generasi Papua Unggul" yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Aula Anim Ha, Merauke, Jumat, (24/7/2026).
Menurut John Gluba, Papua memiliki karakter sosial, budaya, bahasa, dan sistem nilai yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Keberagaman tersebut merupakan wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus dihormati dalam setiap kebijakan pembangunan, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan.
Baca juga: Pembangunan Dermaga Logistik PSN Wanam Capai 93%, Ditargetkan Operasi Maret 2026
"Anak-anak Papua harus dipersiapkan menjadi generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya. Karena itu, pembangunan pendidikan di Papua tidak boleh diseragamkan dengan daerah lain, tetapi harus disesuaikan dengan karakter masyarakat adat dan kearifan lokal yang hidup di setiap wilayah," ujarnya.
Lihat Juga :