Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan

Sabtu, 30 Mei 2020 - 14:53 WIB
loading...
Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan
Seorang pemuda di Makassar meninggal dunia usai menenggak miras oplosan. Foto/SINDOnews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Kepolisian Sektor Rappocini memastikan penyebab kematian pemuda berinisial Sy (22) bukan karena menenggak minuman keras (miras) dicampur hand sanitizer. Sang pemuda meregang nyawa karena menenggak miras oplosan dari berbagai bahan.

Sy diketahui menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya, Jalan Tidung Mariolo V, Kota Makassar, Sabtu (30/5/2020). Sang pemuda meninggal setelah enam hari terbaring lemah usai menenggak miras bersama sejumlah rekannya.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtcahyana, menjelaskan mulanya keluarga menyebut Sy meninggal dunia karena menenggak miras yang dicampur hand sanitizer pada Jumat (22/5/2020) lalu. Belakangan, terungkap bukan itu campuran miras oplosan mematikan itu.

Baca Juga: Polres Pelabuhan Amankan 10.141 Botol Diduga Miras Oplosan

Berdasarkan hasil penyelidikan, Sy mencampur sendiri miras oplosan tersebut. Selain miras, ia juga mencampur minuman bersoda dan sejumlah minuman ringan lainnya.

"Bukan hand sanitizer, tapi minuman oplosan, ya miras. Dia (Sy) yang campur itu mulai dari alkohol, coca cola, ale-ale, minuman panther, semuanya dia campur. Informasi kadar alkohol masih kami dalami, informasi awal itu alkohol murni," ungkap Nurtcahyana.

Selain Sy, ada tiga pemuda lain yang ikut menenggak miras oplosan itu yakni Fj, Tf dan Ic. Mereka tidak ada yang tahu efek miras oplosan tersebut. Kepolisian ingin meningkatkan status kasus itu ke penyidikan, namun pihaknya masih harus mendalami.

"Sebenarnya kita sudah mau tingkatkan ke sidik karena sudah kita tahu semua termasuk yang almarhum itu kan kita kategorikan tersangka karena dia yang oplos itu barang," papar Nurtcahyana.

Baca Juga: Kakak Beradik Berkelahi saat Mabuk, 1 Tewas

Kerabat Sy, Nanna, menyampaikan Sy sempat dilarikan ke rumah sakit. Tapi, keluarga menolak rawat inap karena pihak rumah sakit memintanya agar menandatangani berkas perawatan Sy dengan protokol covid-19.

"Jadi saya tidak mau. Mending saya bawa pulang anakku karena saya tahu anakku tidak corona," ucap Nanna yang merupakan tante Sy.

Dua hari sebelum meninggal dunia, Sy disebutkan mengalami mual dan muntah. "Ini sepupunya pergi cari tahu apa dia minum adiknya. Cerita-cerita, sampai ada kabar kalau hand sanitizer ternyata yang dicampurkan," tandasnya.
(tri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3043 seconds (10.55#12.26)