Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Sempat Sentuh Angka 95%, BOR Rumah Sakit di KBB Terus Turun dan Angka Kesembuhan Naik

loading...
Sempat Sentuh Angka 95%, BOR Rumah Sakit di KBB Terus Turun dan Angka Kesembuhan Naik
Angka BOR rumah sakit rujukan pasien COVID-19 yang ada di KBB saat ini trennya terus mengalami penurunan, padahal di awal bulan ini sempat menyentuh angka 95%. Foto/Dok.MPI
BANDUNG BARAT - Sempat mengalami lonjakan dan menyentuh angka 95%, kini Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengalami penurunan. Saat ini BOR rumah sakit rujukan di KBB berada di angka 66,67%.

Baca juga: BOR dan Positivity di Kota Depok Alami Penurunan

" BOR rumah sakit rujukan pasien COVID-19 terus turun, sebabnya banyak pasien isolasi yang dinyatakan sembuh," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan, KBB, Nurul Rasyihan, Jumat (30/7/2021).





Dia menyebutkan, dalam sehari penambahan kasus positif COVID-19 di Bandung Barat berkisar antara 100-150 kasus. Namun angka tersebut cenderung fluktuatif lantaran cukup banyak juga yang dinyatakan sembuh. Mereka yang dirawat di rumah sakit dan sembuh kebanyakan yang bergejala sedang hingga berat.

Baca juga: Sadis Bunuh Plt Kalaksa BPBD Merangin, Pelaku Nangis Saat Dibekuk Polisi

Sementara untuk yang isolasi mandiri di rumah juga banyak yang sembuh. Mereka rata-rata bergejala ringan dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), namun kesembuhannya tidak dihitung masuk ke dalam BOR . Diharapkan ke depan akan semakin banyak warga yang berhasil sembuh. "Adanya PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 4 diharapkan bisa menekan angka penyebaran kasus, serta meningkatkan angka kesembuhan," tandasnya.

Menurutnya, penambahan kasus COVID-19 di KBB yang tinggi juga imbas dari pelaksanaan tracing dan testing yang semakin intensif. Berdasarkan arahan Pemprov Jawa Barat, KBB ditargetkan untuk melakukan tes COVID-19 sebanyak 3.622 tes/hari.

Baca juga: Bawa Sabu di Selangkangan Dikemas Dalam Kondom, Penumpang Citilink Diringkus di Batam

Pihaknya berupaya mengejar target testing harian yang sudah dicanangkan tersebut dengan menerapkan strategi mengefektifkan SDM yang ada. Seperti di Puskesmas, meskipun banyak tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 . "Semakin tinggi tes maka akan semakin banyak kasus yang ditemukan. Nanti akan terlihat gambarannya seperti apa, termasuk untuk kasua baru," pungkasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top