Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Hadapi Krisis Energi, Anak Muda di Purwakarta Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Air

loading...
Hadapi Krisis Energi, Anak Muda di Purwakarta Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Air
Sekelompok anak muda di Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil menciptakan kompor berbahan bakar air. Foto/MPI/Didin Jalaludin
PURWAKARTA - Berkat kreativitas dan ide yang cemerlang, sekelompok anak muda di Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil menciptakan kompor berbahan bakar air .

Baca juga: BIC Delegasi 20 Kelompok Ikut Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2021

"Selain air, untuk bahan bakar ini sebetulnya diperlukan oli bekas. Tapi kami lebih menyebutnya kompor air, karena memang memamfaatkan air untuk uap yang berfungsi menyeburkan api, macam kompor semawar," kata Kordinator Karang Taruna Desa Gandamekar, Dede Ruhiat (33), Sabtu (10/07/2021).





Dede menceritakan, kompor air diciptakan karena keperluan pengolahan sampah yang dikelola kelompok karang taruna di desanya. Dari beberapa jenis sampah ada yang diolah menjadi pupuk organik dan daur ulang lain seperti kerajinan, serta ada juga yang harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara harga bahan bakar minyak dan elpiji non subsidi cukup mahal.

Baca juga: Mengheningkan Cipta Getarkan Jalanan Sidoarjo, Pengendara dan Satgas Khusyuk Berdoa untuk Indonesia

"Atas dasar itu kami berinovasi membuat kompor yang bahan bakarnya tidak menggunakan gas atau minyak. Dan terciptalah kompor air ini," tutur dia. Sampai saat ini kompor air ciptaan kelompok pemuda di Desa Gandamekar rutin menjadi alat untuk membakar sampah.

Kompor ini memiliki api besar dan bisa memusnahkan sampah samapai menjadi debu. Untuk memusnahkan satu ton sampah, menurut Dede, hanya membutuhkan 5 liter air, dan 5 liter oli bekas untuk bahan bakarnya. Baca juga: Jogetnya dengan 2 Wanita Seksi Gemparkan Grobogan, Kades Disanksi Bangun Tempat Isolasi

Karena cukup ekonomis, ada warga yang ingin dibuatkan kompor ini dan digunakan untuk memasak gorengan. Tapi kompor untuk memasak gorengan dibuatkan kompor air kecil. Tidak hanya masyarakat di desanya, sampai saat ini kompor air ciptaan pemuda desa ini sudah dipesan oleh warga dari luar kota.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top