Wali Kota Surabaya Geram, Sebut Tak Ada Niat Pemerintah Menyusahkan Warga

Jum'at, 02 Juli 2021 - 07:05 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Geram,...
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku geram jika masih ada warga yang tidak percaya COVID-19. Foto: SINDONews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku geram dan menyayangkan ketika masih saja ada warga yang belum percaya dengan adanya COVID-19 .

“Kondisi Surabaya darurat apa tidak sih? Ada yang mengatakan tidak darurat. Lihat BOR rumah sakit, 100 persen, semuanya 100 persen. Berarti kan sudah darurat. Tapi warga tidak pernah darurat. Gak onok (tidak ada) COVID-19, gak onok (tidak ada) darurat. Omongane gitu (omongannya seperti itu). Ya memang di Surabaya bukan orang Surabaya semua, campur," tegas walikota Surabaya ini.

Baca juga: Beri Semangat ke Nakes, Ini Kata-kata Eri Cahyadi yang Bikin Meleleh

Percaya ataupun tidak, Eri menyebut, bahwa saat ini data kumulatif warga Surabaya yang meninggal karena COVID-19 telah mencapai 500 orang lebih. Mereka pun harus dimakamkan secara protokol kesehatan. Sedangkan yang sakit dan masih dalam perawatan, jumlahnya mencapai 652 orang.

"Tinggal memilih yang mana. Mau dua minggu susah disik (dulu), enaknya setahun atau tidak pernah. Atau dilonggarkan dua minggu ini, tetapi setahun perkembangan cuma begitu saja. Tapi yang perlu dicatat adalah tidak ada seorang pemimpin yang kebijakannya itu menyusahkan umatnya," pesan dia.

Penegasan itu menyusul kebijakan pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, sebagai paya percepatan untuk menekan laju penyebaran COVID-19.Penerapan PPKM darurat juga diterapkan di Kota Pahlawan mulai 3-20 Juli mendatang.

Baca juga:
PPKM Darurat Seluruh Jatim, Hanya Dua Daerah yang Aman

Walikota menyebutkan, pihaknya menyatakan siap apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus mengikuti kebijakan PPKM darurat tersebut. Hal ini selaras dengan upaya yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi untuk menekan laju penyebaran COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Tegaskan Kenaikan...
Pramono Tegaskan Kenaikan Kasus ISPA hingga Influenza di Jakarta Bukan Pandemi
Wali Kota Surabaya Kembali...
Wali Kota Surabaya Kembali Tegaskan Jangan Main-main dengan Pungli
Wali Kota Surabaya Sulap...
Wali Kota Surabaya Sulap Kolam Renang Jambangan Jadi Wisata Alam Keluarga
Kasus Harian Covid-19...
Kasus Harian Covid-19 Terus Naik, Booster Harus Dipercepat
1 Warga Jatim Terkonfirmasi...
1 Warga Jatim Terkonfirmasi Varian Omicron XBB, Khofifah: Jangan Panik, Jaga Prokes
Eri Cahyadi Sampaikan...
Eri Cahyadi Sampaikan Pesan Heroik Bung Karno ke Penjuru Kota Surabaya
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
Angka Perkawinan di...
Angka Perkawinan di Indonesia Menurun: Gak Bahaya Tah?!
Rekomendasi
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Berita Terkini
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved