Empat Pelaku Pembobolan Konter HP di Madiun Ditembak, 500 Buah Smartphone Disita
Minggu, 27 Juni 2021 - 16:32 WIB
loading...
Gerombolan pencuri menjarah sebuah toko HP di Jalan Anggrek, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Madiun, Selasa dini hari (22/6/2021). Fotodok iNews TV/Arif WE
A
A
A
MADIUN - Komplotan pembobol toko handphone (HP) di Madiun berhasil ditangkap aparat Polres Madiun. Empat dari lima pelaku pembobolan terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap. Seorang lainnya buronan.
Dari tangan tersangka polisi menyita 500 unit HP berbagai merek hasil curian. Pembobolan terjadi di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Madiun pada Selasa (22/6/2021).
Kelima anggota komplotan itu Candra Edi (35) warga Desa Karang Petir, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah; Amirul Fuad (24) warga Desa Gondosuri, Kecamatan Bandungan, Magelang; Tejo Purnomo (29), warga Desa Pengajaran, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung; Muhammad Nurul Hafidh (27) dan Ahmad Kholil (32), keduanya warga Gresik.
Baca juga: Miris! 4 Pencuri Jarah Toko Ponsel seperti Panen Raya, Lokasi 100 Meter dari Kantor Polisi
Komplotan ini merupakan residivis kasus serupa dan baru saja keluar penjara. Mereka ditangkap di apartemen di Bogor, Jawa Barat. Karena melakukan perlawanan, empat di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.
Dari tangan tersangka polisi menyita 500 unit HP berbagai merek hasil curian. Pembobolan terjadi di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Madiun pada Selasa (22/6/2021).
Kelima anggota komplotan itu Candra Edi (35) warga Desa Karang Petir, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah; Amirul Fuad (24) warga Desa Gondosuri, Kecamatan Bandungan, Magelang; Tejo Purnomo (29), warga Desa Pengajaran, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung; Muhammad Nurul Hafidh (27) dan Ahmad Kholil (32), keduanya warga Gresik.
Baca juga: Miris! 4 Pencuri Jarah Toko Ponsel seperti Panen Raya, Lokasi 100 Meter dari Kantor Polisi
Komplotan ini merupakan residivis kasus serupa dan baru saja keluar penjara. Mereka ditangkap di apartemen di Bogor, Jawa Barat. Karena melakukan perlawanan, empat di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.
Lihat Juga :