Profil Fahrul Nurkolis, Peneliti Muda UIN Sunan Kalijaga Patenkan Senyawa Antikanker dan Antidiabetes
Senin, 03 Maret 2025 - 22:17 WIB
loading...
Fahrul Nurkolis, peneliti muda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil memperoleh hak paten atas senyawa antikanker dan antidiabetes hasil risetnya. Foto/Erfan Erlin
A
A
A
YOGYAKARTA - Dunia akademik Indonesia kembali menorehkan prestasi melalui sosok peneliti muda berbakat, Fahrul Nurkolis. Di usianya yang baru 25 tahun, Fahrul telah berhasil memperoleh hak paten atas senyawa antikanker dan antidiabetes hasil risetnya.
Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya di kancah penelitian internasional. Lahir dan besar di Madiun, Jawa Timur, Fahrul telah menerbitkan lebih dari 105 karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Baca juga: Profil Prof Brian Yuliarto, Mendikti RI Baru Pengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro
Sebagai lulusan terbaik dan tercepat dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun akademik 2023/2024, ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam dunia sains.
"Penelitian harus bisa menjawab permasalahan yang ada di masyarakat," ujar Fahrul, Senin (3/3/2025).
Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di teori, tetapi juga harus memiliki dampak nyata bagi kesehatan manusia.
Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya di kancah penelitian internasional. Lahir dan besar di Madiun, Jawa Timur, Fahrul telah menerbitkan lebih dari 105 karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Baca juga: Profil Prof Brian Yuliarto, Mendikti RI Baru Pengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro
Sebagai lulusan terbaik dan tercepat dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun akademik 2023/2024, ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam dunia sains.
"Penelitian harus bisa menjawab permasalahan yang ada di masyarakat," ujar Fahrul, Senin (3/3/2025).
Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di teori, tetapi juga harus memiliki dampak nyata bagi kesehatan manusia.
Lihat Juga :