Sehari Makamkan 11 Jenazah COVID-19, Petugas Pemakaman Punya Cara Ini Agar Tak Tumbang
Jum'at, 25 Juni 2021 - 08:44 WIB
loading...
Petugas pemakaman jenazah COVID-19 di Kota Malang, harus bekerja ekstra keras karena jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 terus meningkat. Foto/iNews TV/Deni Irwansyah
A
A
A
MALANG - Kerja ekstra keras harus dijalani para petugas pemakaman jenazah yang terpapar COVID-19 di Kota Malang. Mengingat, dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 mengalami peningkatan.
Baca juga: Bupati, Sekda, hingga Kepala OPD Positif COVID-19, Majalengka Bisa Lumpuh?
Bahkan, dalam sehari petugas pemakaman khusus untuk jenazah yang terpapar COVID-19 ini, harus memakamkan sampai 11 jenazah. Kondisi ini tentunya membuat para petugas pemakaman ini rentan terpapar COVID-19 .
Risiko tinggi tertular COVID-19 tersebut, ditempuh para petugas pemakaman agar bisa memakamkan jenazah-jenazah COVID-19 secara layak. Protokol kesehatan mereka terapkan secara ketat, namun masih ada saja petugas pemakaman yang harus dirawat di rumah sakit akibat terpapar COVID-19 .
Baca juga: Api Berkobar di Wajo, 1 Rumah Panggung Berisi Bahan Makanan Ludes
Anggota tim pemulasaran jenazah COVID-19 Kota Malang, yang juga anggota polisi di Polresta Malang Kota, Panitbintibmas Satbinmas, Aiptu Tri Sulistiyo menyampaikan, sejak awal pandemi COVID-19 sudah 1.408 pemakaman dengan protokol kesehatan dilakukan.
"Saat ini, totalnya ada 21 petugas gabungan dari BPBD, PSC, Polri, dan juga petugas dari UPT Pemakaman Pemkot Malang, yang setiap harinya berisiko tinggi karena berinteraksi langsung dengan jenazah COVID-19 ," tuturnya.
Baca juga: Bripka IPS Bakar Istri yang Baru 3 Bulan Dinikahi, Sempat Sebut Terbakar Akibat Kompor
Terakhir, dia menyebutkan salah satu petugas pemakaman juga diketahui terpapar COVID-19 . Petugas tersebut telah menunjukkan gejala dalam dua pekan terakhir, dan kini tengah menjalani perawatan di RSSA Malang.
Untuk mengantisipasi petugas pemulasaran jenazah COVID-19 kelelahan, utamanya ketika jumlah jenazah yang dimakamkan banyak. Maka pemakaman dimulai siang hari. Petugas juga diberi waktu istirahat maksimal saat jam makan siang.
Baca juga: Tak Ingin Berdamai, Proses Hukum Pengerebekan Istri dengan Pria Lain di Hotel Dilanjutkan
Selain itu juga melibatkan bantuan warga setempat, untuk melakukan semua proses pemakaman yang tidak berkontak langsung dengan peti jenazah. Seperti penggalian dan menyiapkan peralatan. Ketika petugas datang, posisi makam sudah digali hingga bisa menyingkat waktu dan menghemat tenaga.
Sementara untuk tugas pemulasaraan jenazah COVID-19 mulai penjemputan jenazah, membawa ke makam, hingga proses pemakaman selesai, dilakukan oleh tim pemulasaran jenazah COVID-19 dan tidak melibatkan warga sama sekali.
Baca juga: Bupati, Sekda, hingga Kepala OPD Positif COVID-19, Majalengka Bisa Lumpuh?
Bahkan, dalam sehari petugas pemakaman khusus untuk jenazah yang terpapar COVID-19 ini, harus memakamkan sampai 11 jenazah. Kondisi ini tentunya membuat para petugas pemakaman ini rentan terpapar COVID-19 .
Risiko tinggi tertular COVID-19 tersebut, ditempuh para petugas pemakaman agar bisa memakamkan jenazah-jenazah COVID-19 secara layak. Protokol kesehatan mereka terapkan secara ketat, namun masih ada saja petugas pemakaman yang harus dirawat di rumah sakit akibat terpapar COVID-19 .
Baca juga: Api Berkobar di Wajo, 1 Rumah Panggung Berisi Bahan Makanan Ludes
Anggota tim pemulasaran jenazah COVID-19 Kota Malang, yang juga anggota polisi di Polresta Malang Kota, Panitbintibmas Satbinmas, Aiptu Tri Sulistiyo menyampaikan, sejak awal pandemi COVID-19 sudah 1.408 pemakaman dengan protokol kesehatan dilakukan.
"Saat ini, totalnya ada 21 petugas gabungan dari BPBD, PSC, Polri, dan juga petugas dari UPT Pemakaman Pemkot Malang, yang setiap harinya berisiko tinggi karena berinteraksi langsung dengan jenazah COVID-19 ," tuturnya.
Baca juga: Bripka IPS Bakar Istri yang Baru 3 Bulan Dinikahi, Sempat Sebut Terbakar Akibat Kompor
Terakhir, dia menyebutkan salah satu petugas pemakaman juga diketahui terpapar COVID-19 . Petugas tersebut telah menunjukkan gejala dalam dua pekan terakhir, dan kini tengah menjalani perawatan di RSSA Malang.
Untuk mengantisipasi petugas pemulasaran jenazah COVID-19 kelelahan, utamanya ketika jumlah jenazah yang dimakamkan banyak. Maka pemakaman dimulai siang hari. Petugas juga diberi waktu istirahat maksimal saat jam makan siang.
Baca juga: Tak Ingin Berdamai, Proses Hukum Pengerebekan Istri dengan Pria Lain di Hotel Dilanjutkan
Selain itu juga melibatkan bantuan warga setempat, untuk melakukan semua proses pemakaman yang tidak berkontak langsung dengan peti jenazah. Seperti penggalian dan menyiapkan peralatan. Ketika petugas datang, posisi makam sudah digali hingga bisa menyingkat waktu dan menghemat tenaga.
Sementara untuk tugas pemulasaraan jenazah COVID-19 mulai penjemputan jenazah, membawa ke makam, hingga proses pemakaman selesai, dilakukan oleh tim pemulasaran jenazah COVID-19 dan tidak melibatkan warga sama sekali.
(eyt)
Lihat Juga :