Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Gegara Adu Mulut, Warga Kediri Terluka Parah Dicangkul Teman Dekat

loading...
Gegara Adu Mulut, Warga Kediri Terluka Parah Dicangkul Teman Dekat
Gegara adu mulut, Fauzi (37) warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri mencangkul teman dekatnya, Suyono (39). Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
KEDIRI - Cek cok antara Fauzi (37) warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dengan Suyono (39), warga Desa Kayunan berakhir dengan aksi penganiayaan. Dahi Suyono terluka serius akibat dicangkul Fauzi.

Baca juga: Ngeyel Tetap Mudik Lebaran, 484 Pegawai Pemkot Semarang Akhirnya Dipecat

Begitu juga dengan tangan dan kakinya. Petugas yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Fauzi. Karena diduga memiliki riwayat sakit jiwa, yang bersangkutan langsung dibawa ke RSJ Lawang, Malang.

Baca juga: Menyayat Hati, Curhat Pengantin Perempuan yang Pasangannya Tewas Loncat dari Lantai 7 Hotel



"Pelaku sudah di RSJ Lawang Malang," ujar Kapolsek Plosoklaten Iptu Agus Sudaryanto kepada wartawan Senin (31/5/2021). Insiden berlangsung di rumah pelaku. Sebelum terjadi aksi penganiayaan, kedua orang tersebut diketahui bergaul akrab.

Sebagai teman dekat, keduanya kerap berinteraksi. Begitu juga sebelum insiden terjadi. Korban mendatangi rumah pelaku. Entah apa yang terjadi. Tiba tiba keduanya terlibat adu mulut. Penganiayaan pun terjadi. Dahi Suyono terluka parah. Juga lengan dan kakinya.

Oleh warga korban langsung dilarikan ke rumah sakit. "Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya," terang Agus. Barang bukti cangkul yang bersimbah darah langsung diamankan. Kendati demikian Fauzi memilih mengunci mulut.

Ia tetap bungkam saat dikorek motif kekerasan yang terjadi. "Motif penganiayaan masih dalam penyelidikan," tambah Agus. Di RSJ Lawang, kondisi kejiwaan pelaku akan dipastikan. Informasi yang dihimpun, pelaku diduga memiliki riwayat sakit jiwa.

Hasil pemeriksaan medis di RSJ, kata Agus akan menentukan proses hukum. "Proses hukum menunggu hasil pemeriksaan di RSJ Lawang," pungkas Agus.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top