Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, Pelaku Usaha Hanya Bisa Elus Dada
Minggu, 16 Mei 2021 - 18:00 WIB
loading...
Wage salah satu pedagang mie ayam di Pantai Batukaras, mereka pun hanya bisa pasrah karena objek wisata itu ditutup demi mencegah penularan COVID-19. Foto:iNews/Syamsul Maarif
A
A
A
PANGANDARAN - Para pelaku usaha di lokasi objek wisata Kabupaten Pangandaran hanya bisa elus dada setelah pemerintah setempat memutuskan menutup lokasi itu demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.
Salah satu pedagang mie ayam yang menggantungkan rejeki dari pengunjung yang berwisata ke Pantai Batukaras Wage mengaku, bingung entah apa yang harus dilakukan untuk mencari uang.
Baca juga: Puncak Liburan, Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
“Pada musim lebaran, biasanya mendapat keuntungan dari penjualan mie ayam mencapai Rp250.000 per hari selama 10 hari pascalebaran,” kata Wage, Minggu (16/5/2021).
Wage merasa bingung karena ada kebijakan objek wisata ditutup, sedangkan itu merupakan ladang dia mencari rejeki untuk keluarga. "Setelah penutupan objek wisata, seharian saya hanya mendapat penghasilan Rp50.000 dari penjualan mie ayam," tuturnya.
Salah satu pedagang mie ayam yang menggantungkan rejeki dari pengunjung yang berwisata ke Pantai Batukaras Wage mengaku, bingung entah apa yang harus dilakukan untuk mencari uang.
Baca juga: Puncak Liburan, Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
“Pada musim lebaran, biasanya mendapat keuntungan dari penjualan mie ayam mencapai Rp250.000 per hari selama 10 hari pascalebaran,” kata Wage, Minggu (16/5/2021).
Wage merasa bingung karena ada kebijakan objek wisata ditutup, sedangkan itu merupakan ladang dia mencari rejeki untuk keluarga. "Setelah penutupan objek wisata, seharian saya hanya mendapat penghasilan Rp50.000 dari penjualan mie ayam," tuturnya.
Lihat Juga :