Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, Pelaku Usaha Hanya Bisa Elus Dada

loading...
Objek Wisata di Pangandaran Ditutup, Pelaku Usaha Hanya Bisa Elus Dada
Wage salah satu pedagang mie ayam di Pantai Batukaras, mereka pun hanya bisa pasrah karena objek wisata itu ditutup demi mencegah penularan COVID-19. Foto:iNews/Syamsul Maarif
PANGANDARAN - Para pelaku usaha di lokasi objek wisata Kabupaten Pangandaran hanya bisa elus dada setelah pemerintah setempat memutuskan menutup lokasi itu demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Salah satu pedagang mie ayam yang menggantungkan rejeki dari pengunjung yang berwisata ke Pantai Batukaras Wage mengaku, bingung entah apa yang harus dilakukan untuk mencari uang.

Baca juga: Puncak Liburan, Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung

“Pada musim lebaran, biasanya mendapat keuntungan dari penjualan mie ayam mencapai Rp250.000 per hari selama 10 hari pascalebaran,” kata Wage, Minggu (16/5/2021).



Wage merasa bingung karena ada kebijakan objek wisata ditutup, sedangkan itu merupakan ladang dia mencari rejeki untuk keluarga. "Setelah penutupan objek wisata, seharian saya hanya mendapat penghasilan Rp50.000 dari penjualan mie ayam," tuturnya.

Baca juga: Gempar, Maling Motor di Kuningan Diarak Warga lalu Dibuang ke Saluran Irigasi

Nasib serupa juga dialami salah satu pemilik sewa ban mobil alat untuk berenang di Pantai Batukaras, Abdul. Dia mengaku memiliki 25 ban mobil untuk disewakan ke pengunjung. “Biasanya saat suasana libur kami mendapat penghasilan paling minimal Rp300.000 dalam sehari," ujarnya.

Setelah objek wisata Pantai Batukaras ditutup pada Minggu (16/5/2021) Abdul nampak bingung dan membereskan ban mobil sewaannya. “Entah apa yang harus kami lakukan setelah lokasi wisata tempat kami mengais rejeki ditutup," keluhnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top