Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Pangeran Soka, Syekh Magelung dan Sunan Gunung Jati

loading...
Kisah Pangeran Soka, Syekh Magelung dan Sunan Gunung Jati
Cerita mengenai karomah Sunan Gunung Jati seakan tidak ada habisnya. Ulama kharismatik ini ternyata memiliki seorang murid yang berasal dari negeri Syam atau Syiria yang bergelar Syekh Magelung Sakti. Foto Indramayu Connect
Cerita mengenai karomah Sunan Gunung Jati seakan tidak ada habisnya. Ulama kharismatik ini ternyata memiliki seorang murid yang berasal dari negeri Syam atau Syiria yang bergelar Syekh Magelung Sakti. Dimana dia adalah seorang ulama yang berpenampilan sangat khas yaitu dengan menggelung rambut panjangnya.

Konon rambutnya sendiri panjangnya hingga menyentuh tanah, karena tidak bisa dipotong dengan apapun dan oleh siapapun. Sehingga dia lebih sering mengikat rambutnya (gelung), kemudian dikenal sebagai Syekh Magelung (Syekh dengan rambut yang tergelung). Rambutnya hanya mampu dipotong oleh Sunan Gunung Jati.

Dalam Babad Cirebon Syekh Magelung Sakti diceritakan berasal dari negeri Syam yang bernama Syarif sehingga dia dinamai dengan Syarif Syam.

Baca : Kisah Ritual Tapa Telanjang, Pertapaan Sonder dan Ratu Kalinyamat


Saat Syarif Syam berusia 7 tahun dia digolongkan sebagai bocah yang jenius sehingga menyandang gelar sufi cilik. Inilah yang menyebabkan kenapa di kala itu dia menjadi anak yang diperebutkan di kalangan guru atau ulama di wilayah Timur Tengah.



Saat berusia 11 tahun, Syarif Syam telah mampu menempatkan posisinya sebagai pengajar termuda di berbagai tempat ternama, misalnya Madinah, Makkah, istana raja Mesir, Masjidil Agso, Palestina, dan berbagai tempat ternama lainnya.

Walau begitu, dia juga banyak dihujat oleh ulama, karena kian hari rambutnya kian memanjang tak terurus.

Sehingga dalam pandangan mereka, Syarif Syam, terkesan bukan sebagai seorang pelajar sekaligus pengajar religius yang selalu mengedepankan tatakrama.

Pelecehan dan hinaan yang kerap diterimanya, membuat Syarif Syam mengasingkan diri selama beberapa tahun di salah satu goa di daerah Haram, Mekkah.

Hal itu dikarenakan rambut Syarif Syam semakin panjang. Namun dia bukannya tak mau mencukur rambutnya yang lambat laun jatuh menjuntai ke tanah, tapi apa daya, walau telah ratusan kali berikhtiar ke belahan dunia lain, tetapi, dia belum pemah mendapatkan seseorang yang mampu memotong rambutnya itu.

Konon, sejak dilahirkan ke alam dunia, rambut Syarif Syam memang sudah tidak bisa dipotong oleh sejenis benda tajam apapun.



Sehingga pada usia 30 tahun, Syarif Syam diambil oleh Istana Mesir untuk menjadi panglima perang dalam mengalahkan pasukan Romawi dan Tartar.

Dari sinilah namanya mulai masyhur di kalangan masyarakat luas sebagai panglima perang sakti di antara para prajurit perang yang ada sebelumnya.

Betapa tidak, jika kala itu kepiawaian seorang panglima perang bisa terlihat pada saat mengatur strategi perang serta keandalannya memainkan pedang, tombak serta ketepatan dalam memanah. Namun berbeda dengan Syarif Syam yang akhirnya dikenal dengan sebutan Panglima Mohammad Syam Magelung Sakti, jika dia mengibaskan rambutnya yang panjang dan keras mirip kawat baja ke arah musuh-musuhnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top