Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Air Sungai di Blitar Beraroma Busuk, Diduga Ada Pembuangan Limbah Ternak Sapi Besar-besaran

loading...
Air Sungai di Blitar Beraroma Busuk, Diduga Ada Pembuangan Limbah Ternak Sapi Besar-besaran
Lumpur kotoran ternak dari peternakan sapi PT Greenfields Indonesia, menerjang pemukiman warga di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada tahun 2018 silam. Foto/Ist
BLITAR - Sungai Genjong yang mengalir di wilayah Desa Sumberurip, Kacamatan Doko, sejak Senin (10/5/2021), tiba-tiba beraroma busuk menyengat. Mesin mikrohidro yang berfungsi menghasilkan listrik untuk penerangan warga di dua dusun juga mendadak mati.

Baca juga: Limbahnya Mencemari, Wakil Rakyat Blitar Tuding Investasi PT Greenfields Tak Bermanfaat

Aroma busuk air sungai, dan rusaknya mesin mikrohidro tersebut, diduga karena tersumbat limbah kotoran sapi . Limbah itu diduga berasal dari Farm 2 peternakan sapi milik PT Greenfields Indonesia, yang ada di wilayah Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.





"Limbah Greenfields diduga kembali mencemari sungai ," ujar Siswanto, Ketua RT 4 Dusun Telogosari Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, kepada SINDOnews, Selasa (11/5/2021). Baca juga: Dihamili Pacarnya, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin di Kamar Mandi Apotek

Peristiwa pencemaran limbah PT Greenfields di Sungai Genjong bukan pertama kali terjadi. Menyusul dibuangnya limbah ke sungai pada tahun 2020, banyak ikan mati. Limbah berupa lumpur kotoran sapi . Begitu dialirkan ke Sungai Genjong, air sebelumnya jernih, seketika keruh.

Aroma air sungai yang mengaliri wilayah Kecamatan Doko, dan Kecamatan Wlingi tersebut, juga busuk. "Dari jarak 500 meter saja, baunya sudah tidak karuan. Bacin," kata Siswanto. Baca juga: Medan Gempar, Mobil Mewah Lamborghini Digeber di Perumahan Picu Kemarahan Warga

Era pemerintahan Bupati Blitar, Rijanto, PT Greenfields meluncurkan Farm 2 di wilayah Kecamatan Wlingi, pada Maret 2018. Farm 2 merupakan perluasan dari Farm 1 yang berlokasi di Kabupaten Malang. Di Wlingi, Farm 2 berdiri di atas lahan seluas 172 hektar. Lahan yang ada memiliki daya tampung hingga 10 ribu ekor sapi.

PT Greenfields mengklaim telah melakukan investasi Rp612 miliar. Bisnis susu skala ekspor tersebut, juga mengeklaim bermitra dengan 250 peternak, dan 3.000 tenaga kerja tidak langsung.

Peternakan sapi perah ini merupakan anak usaha JAPFA group, yang bergerak di bidang produksi susu. Produk PT Greenfields diekspor ke Singapura, Hongkong, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pada tahun 2020 persoalan pencemaran limbah pernah diadukan warga ke DPRD.



Baca juga: Ratusan Pemudik Lolos Masuk Semarang, 7 di Antaranya Harus Isolasi Akibat COVID-19

Tiap tengah malam atau saat hujan deras, diduga PT Greenfields menggelontorkan limbah ke sungai. Oleh DPRD dimediasi. Di depan warga dan legislatif, PT Greenfields berjanji akan membenahi pengolahan limbah. "Namun sampai sekarang pengolahan limbah juga belum dibenahi. Dan kembali dibuang ke sungai," terang Siswanto.

Sementara bersama dengan pencemaran limbah di sungai, mesin mikrohidro juga rusak. Mikrohidro merupakan mesin penghasil listrik yang berkonsep PLTA mini. Mesin seharga Rp800 juta itu dipasang sejak tahun 2005. Sumber dana pengadaan mikrohidro berasal dari swadaya masyarakat yang dibantu PLN.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top