Air Sungai di Blitar Beraroma Busuk, Diduga Ada Pembuangan Limbah Ternak Sapi Besar-besaran

Selasa, 11 Mei 2021 - 20:48 WIB
loading...
Air Sungai di Blitar...
Lumpur kotoran ternak dari peternakan sapi PT Greenfields Indonesia, menerjang pemukiman warga di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada tahun 2018 silam. Foto/Ist
A A A
BLITAR - Sungai Genjong yang mengalir di wilayah Desa Sumberurip, Kacamatan Doko, sejak Senin (10/5/2021), tiba-tiba beraroma busuk menyengat. Mesin mikrohidro yang berfungsi menghasilkan listrik untuk penerangan warga di dua dusun juga mendadak mati.

Baca juga: Limbahnya Mencemari, Wakil Rakyat Blitar Tuding Investasi PT Greenfields Tak Bermanfaat

Aroma busuk air sungai, dan rusaknya mesin mikrohidro tersebut, diduga karena tersumbat limbah kotoran sapi . Limbah itu diduga berasal dari Farm 2 peternakan sapi milik PT Greenfields Indonesia, yang ada di wilayah Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.



"Limbah Greenfields diduga kembali mencemari sungai ," ujar Siswanto, Ketua RT 4 Dusun Telogosari Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, kepada SINDOnews, Selasa (11/5/2021). Baca juga: Dihamili Pacarnya, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin di Kamar Mandi Apotek

Peristiwa pencemaran limbah PT Greenfields di Sungai Genjong bukan pertama kali terjadi. Menyusul dibuangnya limbah ke sungai pada tahun 2020, banyak ikan mati. Limbah berupa lumpur kotoran sapi . Begitu dialirkan ke Sungai Genjong, air sebelumnya jernih, seketika keruh.

Aroma air sungai yang mengaliri wilayah Kecamatan Doko, dan Kecamatan Wlingi tersebut, juga busuk. "Dari jarak 500 meter saja, baunya sudah tidak karuan. Bacin," kata Siswanto. Baca juga: Medan Gempar, Mobil Mewah Lamborghini Digeber di Perumahan Picu Kemarahan Warga

Era pemerintahan Bupati Blitar, Rijanto, PT Greenfields meluncurkan Farm 2 di wilayah Kecamatan Wlingi, pada Maret 2018. Farm 2 merupakan perluasan dari Farm 1 yang berlokasi di Kabupaten Malang. Di Wlingi, Farm 2 berdiri di atas lahan seluas 172 hektar. Lahan yang ada memiliki daya tampung hingga 10 ribu ekor sapi.

PT Greenfields mengklaim telah melakukan investasi Rp612 miliar. Bisnis susu skala ekspor tersebut, juga mengeklaim bermitra dengan 250 peternak, dan 3.000 tenaga kerja tidak langsung.

Peternakan sapi perah ini merupakan anak usaha JAPFA group, yang bergerak di bidang produksi susu. Produk PT Greenfields diekspor ke Singapura, Hongkong, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pada tahun 2020 persoalan pencemaran limbah pernah diadukan warga ke DPRD.

Baca juga: Ratusan Pemudik Lolos Masuk Semarang, 7 di Antaranya Harus Isolasi Akibat COVID-19

Tiap tengah malam atau saat hujan deras, diduga PT Greenfields menggelontorkan limbah ke sungai. Oleh DPRD dimediasi. Di depan warga dan legislatif, PT Greenfields berjanji akan membenahi pengolahan limbah. "Namun sampai sekarang pengolahan limbah juga belum dibenahi. Dan kembali dibuang ke sungai," terang Siswanto.

Sementara bersama dengan pencemaran limbah di sungai, mesin mikrohidro juga rusak. Mikrohidro merupakan mesin penghasil listrik yang berkonsep PLTA mini. Mesin seharga Rp800 juta itu dipasang sejak tahun 2005. Sumber dana pengadaan mikrohidro berasal dari swadaya masyarakat yang dibantu PLN.

Mikrohidro ditempatkan di kotak penampungan air yang berlokasi di sekitar aliran Sungai Genjong. Menurut Tukinan, BPD Desa Sumberurip, dengan adanya mikrohidro 70 kepala keluarga di Dusun Telogosari, dan Dusun Genjong, dapat menikmati aliran listrik. "Namun karena baling-balingnya tersumbat limbah lumpur kotoran sapi, akhirnya rusak," ujar Tukinan.

Baca juga: Bikin Terenyuh, Pemuda Ini Nyamar Jadi Pembeli Bensin Eceran saat Mudik Temui Ibunya

Tukinan menyebut, warga sudah hafal. Mikrohidro hampir bisa dipastikan macet setiap PT Greenfields membuang limbah ke sungai. Pembenahan biasanya berlangsung 2-4 hari. Selama itu warga di dua dusun tidak memiliki penerangan.

Aktivis pendamping petani ini mengatakan, syarat ketentuan Amdal PT Greenfields di Farm 2 hingga kini belum tuntas. Paska dimediasi DPRD, PT Greenfields diduga belum membenahi pengolahan limbahnya. Karenanya dugaan pencemaran lingkungan terus terjadi. Namun anehnya mereka tetap leluasa beroperasi.

Baca juga: Pagi Buta, Mobil Pikap Ditangkap Polisi Saat Selundupkan 2 Pemudik di Pelabuhan Merah

"Amdalnya belum beres. Masih ada yang perlu direvisi. Coba dicek," kata Tukinan. Dengan dugaan pencemaran limbah di Farm 2, warga semakin pesimis, rencana pendirian Farm 3 di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, akan berjalan baik. Selama polemik dengan 40 kepala keluarga di Dusun Telogo Gentong, dan Telogo Mas tidak tuntas, warga menolak perluasan bisnis PT Greenfields di Kecamatan Doko.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo. Ia tidak melihat adanya manfaat dari investasi PT Greenfields di Kabupaten Blitar. Buat warga masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD), Wasis tidak melihat PT Greenfields ada faedahnya. "Yang terjadi malah menimbulkan persoalan pencemaran lingkungan," ujarnya.

Sayangnya, saat coba dikonfirmasi terkait persoalan ini, Manajer Humas PT Greenfields, Anang belum memberikan jawaban. Pesan WhatsApp (WA) yang dikirimkan jurnalis SINDOnews, juga belum dijawab.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilar, Menteri LH, dan...
Pilar, Menteri LH, dan Gemabudhi Raih Rekor MURI Tuang Ecoenzyme ke Sungai Jaletreng
Heboh, Truk Limbah Buang...
Heboh, Truk Limbah Buang Kotoran Sembarang di Saluran Air Jatinegara
Warga Rancaekek Bandung...
Warga Rancaekek Bandung Keluhkan Pencemaran Limbah Tekstil di Sungai Cikijing, Air Hitam dan Berbau
Air Berwarna Hitam Pekat...
Air Berwarna Hitam Pekat dan Berbusa, Saluran ke Sungai Cisadane Tercemar Lindi TPA Cipeucang
Waspada! Virus Jembrana...
Waspada! Virus Jembrana Teror Sultra, Ratusan Sapi di Bombana Mati Mendadak
Ratusan Warga Pasuruan...
Ratusan Warga Pasuruan Blokade Jalan dan Bakar Ban, Desak Stop Pembuangan Limbah 14 Pabrik
Dorong Peternakan Berkelanjutan,...
Dorong Peternakan Berkelanjutan, Climate Smart Farm Siap Dibangun
8 Negara Penghasil Sapi...
8 Negara Penghasil Sapi Raksasa di Dunia, Negeri Berjuta Dewa Jawaranya
Arutmin Dorong Pengembangan...
Arutmin Dorong Pengembangan Sektor Peternakan di Kabupaten Tanah Laut
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved