Mojokerto Gempar, ASN Ngamuk Lawan Satpol PP Saat Penertiban Kerumunan Pengunjung Kafe

loading...
Mojokerto Gempar, ASN Ngamuk Lawan Satpol PP Saat Penertiban Kerumunan Pengunjung Kafe
Petugas satpol PP Kota Mojokerto, membubarkan pengunjung kafe di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, karena melanggar protokol kesehatan. Foto/iNews TV/Sholahudin
MOJOKERTO - Upaya penertiban pelanggaran protokol kesehatan COVID-19, yang dilakukan petugas Satpol PP Kota Mojokerto, di sebuah kafe yang ada di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, berlangsung panas.

Baca juga: Pasca Kerumunan Massa, Polisi Jaga Ketat Pencairan Dana UMKM di Pematangsiantar

Kafe yang dipadati ratusan pengunjung tersebut, terpaksa dibubarkan oleh petugas Satpol PP. Namun, saat upaya penertiban dilakukan, ada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan pengunjung kafe, emosi dan menggebrak meja lalu memarahi anggota Satpol PP.



Tindakan tegas yang dilakukan anggota Satpol PP tersebut, dikarenakan para pengunjung kafe berkerumun tanpa memperhatikan jarak, dan banyak yang tidak memakai masker. Upaya pembubaran kerumunan ini mendapatkan perlawanan dari pengunjung dan pemilik kafe.



Baca juga: Medan Mencekam, Minggu Dini Hari Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran

Upaya melawan petugas Satpol PP tersebut, salah satunya dilakukan seorang ASN yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojokerto. Dia sempat menggebrak meja , dan menantang petugas Satpol PP.

Meski diwarnai penolakan, petugas Satpol PP Kota Mojokerto, tetap melakukan pembubaran pengunjung kafe. Untuk sementara kafe dilarang untuk buka. Petugas juga memasang garis penutupan, untuk memastikan jika kafe tidak beroperasi sebelum memenuni persyaratan protokol kesehatan sesuai dengan Perwali Mojokerto No. 55/2020.

Baca juga: Bukittinggi Gempar, Petugas Lapas, Pelajar, dan Napi Kompak Edarkan 10 Kg Ganja

Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, Fudi Harjono mengatakan, penutupan dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat terkait kerumunan yang terus terjadi di kafe tersebut. "Kami sudah melakukan pemantauan sejak lama dan mengirim surat teguran, namun selama ini tidak diindahkan," tegasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top