KSP Minta Proyek Kereta Api Sulsel dan MNP Segera Rampung
Kamis, 15 April 2021 - 16:38 WIB
loading...
Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menghadiri rapat koordinasi PSN yang dipimpin Deputi I Staf Kepresiden, Febry Calvin Tetelepta di KSP, Jakarta, Kamis (25/4/2021). Ada dua PSN di Sulsel yang jadi atensi, yakni KA Makassar-Parepare dan MNP. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kantor Staf Presiden (KSP) kembali mendesak penyelesaian dua proyek strategis nasional (PSN) di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni kereta api (KA) Makassar-Parepare dan Makassar New Port (MNP) .
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi proyek strategis nasional (PSN) di KSP, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Pertemuan yang dipimpin Deputi I Staf Kepresiden, Febry Calvin Tetelepta dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani sebagai pimpinan rombongan tim akselerasi PSN KA dan MNP.
Baca juga: Wilayah Mamminasata Diperketat untuk Antisipasi Pemudik di Sulsel
Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menyampaikan, KSP meminta laporan terkait progres dua PSN itu di Sulsel. Dua proyek ini dikatakan menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) .
“Kenapa KSP yang ikut hendel, karena Pak Jokowi ingin progresnya yang konkret. Sehingga di situ kita bicara soal problem identifikasi, kemudian seperti apa solutifnya dan timeline-nya,” ujarnya saat dikonfirmasi SINDOnews.
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi proyek strategis nasional (PSN) di KSP, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Pertemuan yang dipimpin Deputi I Staf Kepresiden, Febry Calvin Tetelepta dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani sebagai pimpinan rombongan tim akselerasi PSN KA dan MNP.
Baca juga: Wilayah Mamminasata Diperketat untuk Antisipasi Pemudik di Sulsel
Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani menyampaikan, KSP meminta laporan terkait progres dua PSN itu di Sulsel. Dua proyek ini dikatakan menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) .
“Kenapa KSP yang ikut hendel, karena Pak Jokowi ingin progresnya yang konkret. Sehingga di situ kita bicara soal problem identifikasi, kemudian seperti apa solutifnya dan timeline-nya,” ujarnya saat dikonfirmasi SINDOnews.
Lihat Juga :