Sempat Dihantam Angin Kencang, Kapal TNI AD Akhirnya Bongkar Muatan untuk Korban Banjir

loading...
Sempat Dihantam Angin Kencang, Kapal TNI AD Akhirnya Bongkar Muatan untuk Korban Banjir
Tiga jembatan darurat dan sejumlah bantuan kemanusiaan untuk korban banjir NTB, diturunkan dari kapal TNI AD. Foto/iNews TV/Edy Irawan
BIMA - Tiga jembatan darurat dan sejumlah material bantuan kemanusiaan untuk korban banjir NTB , diturunkan dari kapal TNI AD, Jumat (9/4/2021) malam. Pembongkaran muatan kapal berlangsung selama dua jam, dari pukul 19.00 WITA, dan berakhir pukul 21.00 WITA.

Baca juga: Tiga Jembatan Acrow Panel dan 57 Personel TNI Tiba di Bima

Selain jembatan acrow panel , beberapa muatan kapal di antaranya satu unit self loader, dua unit Crane Cargo, Excavator dua unit, Beckho Loader satu unit, Crane 20 ton satu unit, mobil tangki air satu unit dan mobil RO penjernih air kebutuhan warga satu unit.



Selain itu, dump truk 20 ton satu unit, dump truk 8 ton sebanyak tujuh unit, dump truk 2,5 ton dua unit, strada satu unit, truck NPS satu unit, lighting dua unit, genset dua unit, dan sepeda motor untuk operasional para prajurit sebanyak tiga unit.



Baca juga: Berhubungan Seks di Kamar Kos Tanpa Nikah, 10 Pasangan Digelandang Tim Gabungan

"Seluruh muatan kapal TNI AD merupakan kendaraan yang akan dioperasional untuk kebutuhan warga yang diterjang banjir bandang di Bima, NTB. Saat ini telah berhasil keluar ke darat Pelabuhan Bima, dan menuju ke wilayah yang terdampak banjir," kata Palaksa Kapal TNI AD, Lettu Cba David Fatkhur Rohman.

Dijelaskannya, kapal ADRI-LI tiba di Pelabuhan Bima pada Jumat (9/4/2021) siang. Karena ada upacara penyerahan dan air laut Pelabuhan Bima sedang surut, hingga baru dibongkar pada Jumat malam. "Selain itu, ada pertimbangan angin yang agak kencang jadi harus menunggu gelombang tenang baru dapat dibongkar," jelasnya.

Baca juga: Kabanjahe Gempar, Perampok Beraksi dengan Hipnotis Gasak Uang dan Perhiasan Rp500 Juta

Saat ini, usai membongkar muatan , kapal ADRI LI dengan jumlah ABK 35 orang ditambah dua orang teknisi akan tetap bersandar di Pelabuhan Bima hingga 20 hari. Hal ini juga sesuai target pembangunan tiga unit jembatan acrow panel di Desa Rade, Desa Woro, dan Desa Campa, yang diterjang banjir bandang pada Jumat (2/4/2021).



"Kita akan bersandar hingga 20 hari ke depan, menunggu pembangunan tiga unit jembatan acrow panel. Akan tetapi, jika ada perintah lain yang mendadak dari atasan, maka kami akan siap bergerak," tegas David.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top