Ingin Tingkatkan PAD, Legislatif Belajar Metode Pengolahan RPH ke Palangka Raya
Kamis, 08 April 2021 - 12:39 WIB
loading...
Unsur pimpinan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng melakukan kunungan kerja ke Kotamadya Palangka Raya untuk menggali ilmu terkait metode pengelolaan RPH. iNews TV/Sigit
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Unsur pimpinan DPRDKabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kotamadya Palangka Raya untuk menggali ilmu terkait metode pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini dilakukan supaya bisa menyumbangpendapatan asli daerah (PAD).
Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman mengatakan, Kota Palangka Raya menjadi daerah rujukan untuk belajar menggali pendapatan dari RPH . Lantaran PAD dari selalu mencapai target sementara di Kobar belum bisa.
"Jadi keberadaan rumah potong hewan selain bisa menjadi sumber pendapatan daerah, juga memberikan jaminan daging yang dipotong dapatmemenuhi syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Bambang Suherman, Kamis, 8 April 2021.
Politisi Partai Gerinda ini menyebut, PAD dari retribusi rumah potong hewan di Kobar tidak pernah mencapai target. Sehingga perlu menggali dan belajar ke kota Palangka Raya, sebab di kota Palangka Raya jumlah hewan sapi yang di potong tiap harinya sekitar 8 sampai 10 ekor, sedangkan di Kobar bisa mencapai kurang lebih 15 ekor perharinya.
"Lantaran di Kobar tidak pernah mencapai target PAD, maka hal ini yang mendorong kami melakukan kunjungan kerja untuk sharing ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotamadya Palangka Raya," sebutnya.
Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman mengatakan, Kota Palangka Raya menjadi daerah rujukan untuk belajar menggali pendapatan dari RPH . Lantaran PAD dari selalu mencapai target sementara di Kobar belum bisa.
"Jadi keberadaan rumah potong hewan selain bisa menjadi sumber pendapatan daerah, juga memberikan jaminan daging yang dipotong dapatmemenuhi syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Bambang Suherman, Kamis, 8 April 2021.
Politisi Partai Gerinda ini menyebut, PAD dari retribusi rumah potong hewan di Kobar tidak pernah mencapai target. Sehingga perlu menggali dan belajar ke kota Palangka Raya, sebab di kota Palangka Raya jumlah hewan sapi yang di potong tiap harinya sekitar 8 sampai 10 ekor, sedangkan di Kobar bisa mencapai kurang lebih 15 ekor perharinya.
"Lantaran di Kobar tidak pernah mencapai target PAD, maka hal ini yang mendorong kami melakukan kunjungan kerja untuk sharing ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotamadya Palangka Raya," sebutnya.
Lihat Juga :