Trauma Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
Jum'at, 02 April 2021 - 09:42 WIB
loading...
Ratusan pengungsi dari Desa Balongan, dan Desa Majakerta, masih berada di Posko Pengungsian GOR Bumi Putra Kabupaten Indramayu, dan takut untuk pulang. Foto/iNews TV/Toiskandar
A
A
A
INDRAMAYU - Memasuki hari kelima pasca kebakaran hebat yang melanda Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan , ratusan warga dari dua desa, yakni Desa Balongan, dan Desa Majakerta, memilih tetap bertahan di Posko Pengungsian GOR Bumi Putra Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Kobaran Api Kembali Muncul di Kilang Minyak Balongan, Warga Panik Berhamburan
Para pengungsi dari dua desa terdampak kebakaran tangki minyak di Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan tersebut, masih trauma atas terjadinya ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi, sehingga mereka takut pulang ke rumahnya masing-masing.
Kekawatiran warga semakin meningkat, usai kembali terjadinya kebakaran pada Kamis (1/4/2021) tengah malam. Kini mereka memilih bertahan di pengungsian, dengan kondisi seadanya.
Baca juga: Mabuk Usai Asyik Dugem di Tempat Karaoke, 2 Wanita Seksi Tewas Tabrak Truk Boks
Salah satu pengungsi dari Wismahaji, Ida Rokaesin mengaku dirinya masih bertahan di pengungsian selama lima hari ini, karena masih trauma atas ledakan dan kebakaran yang terjadi. "Anak-anak juga masih takut," tuturnya.
Baca juga: Kobaran Api Kembali Muncul di Kilang Minyak Balongan, Warga Panik Berhamburan
Para pengungsi dari dua desa terdampak kebakaran tangki minyak di Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan tersebut, masih trauma atas terjadinya ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi, sehingga mereka takut pulang ke rumahnya masing-masing.
Kekawatiran warga semakin meningkat, usai kembali terjadinya kebakaran pada Kamis (1/4/2021) tengah malam. Kini mereka memilih bertahan di pengungsian, dengan kondisi seadanya.
Baca juga: Mabuk Usai Asyik Dugem di Tempat Karaoke, 2 Wanita Seksi Tewas Tabrak Truk Boks
Salah satu pengungsi dari Wismahaji, Ida Rokaesin mengaku dirinya masih bertahan di pengungsian selama lima hari ini, karena masih trauma atas ledakan dan kebakaran yang terjadi. "Anak-anak juga masih takut," tuturnya.
Lihat Juga :