Wedus Gembel Kembali Menyembur Dari Kawah Merapi, Meluncur 1,5 Km ke Barat Daya
Selasa, 23 Maret 2021 - 14:35 WIB
loading...
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas sejauh 1,5 km ke arah barat daya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi , masih sangat tinggi dan membahayakan. Buktinya, Selasa (23/3/2021) siang, terjadi semburan awan panas yang meluncur ke arah barat daya. Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum bisa memprediksi kapan berakhirnya erupsi Merapi 2021 .
Baca juga: Sekolah Dasar di Lereng Gunung Merapi Mulai Berlakukan Belajar Tatap Muka
Gunung api teraktif di Indonesia ini, masih terus mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 56 mm dan durasi 141 detik. "Saat terjadi luncuran awan panas, cuaca dominan berkabut, untuk estimasi jarak luncur 1,5 km ke arah barat daya. Kemudian angin bertiup ke tenggara," terang Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Selasa (23/3/2021).
Dijelaskannya, dengan intensitas vulkanik yang masih tinggi, pihaknya masih menetapkan Gunung Merapi dalam status siaga atau level III. Jarak aman aktivitas berada lebih dari 5 km dari puncak. "Status belum berubah jarak luncur material masih di bawah 5 km. Bahkan saat ini tidak sampai 3 km," ulasnya.
Baca juga: Sekolah Dasar di Lereng Gunung Merapi Mulai Berlakukan Belajar Tatap Muka
Gunung api teraktif di Indonesia ini, masih terus mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 56 mm dan durasi 141 detik. "Saat terjadi luncuran awan panas, cuaca dominan berkabut, untuk estimasi jarak luncur 1,5 km ke arah barat daya. Kemudian angin bertiup ke tenggara," terang Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Selasa (23/3/2021).
Dijelaskannya, dengan intensitas vulkanik yang masih tinggi, pihaknya masih menetapkan Gunung Merapi dalam status siaga atau level III. Jarak aman aktivitas berada lebih dari 5 km dari puncak. "Status belum berubah jarak luncur material masih di bawah 5 km. Bahkan saat ini tidak sampai 3 km," ulasnya.
Lihat Juga :