Suami Istri Tuna Rungu Ini Ciptakan Masker Transparan
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:41 WIB
loading...
Aktivitas pasutri penyandang tuna rungu membuat masker transparan. FOTO : Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Agus Sutanto bersama istrinya, Heti terlihat memotong kain sesuai ukuran untuk dijahit menjadi masker . Pasangan suami-istri penyandang tuna rungu itu sedang berinovasi membuat masker bersama rekan senasibnya.
Masker yang diproduksi secara mandiri oleh kaum difabel itu memang berbeda. Di bagian mulut dibuat transparan agar kaum penyandang tuna rungu dapat berkomunikasi melalui bahasa bibir.
Saat ini, masker ramah bagi tuna rungu itu diproduksi di rumah Yuktiasih Proborini, Eksekutif Direktur Sejiwa Foundation di Jalan Kanfer Raya blok O-15 Banyumanik Semarang. Selain untuk penyandang tuna rungu, masker tersebut nantinya akan dijual bebas untuk warga.
"Saya belajar menjahit saat menjadi siswa SLB di Wonosobo jurusan tata busana," kata Agus Sutanto dengan terbata-bata, Selasa (19/5/2020)
Kemampuannya itu kemudian menginisiasi bersama Sejiwa Foundation untuk membuat masker yang ramah bagi penyandang tuna rungu."Untuk satu Minggu, kita bisa menghasilkan sekitar 300 masker seperti ini," sebutnya.
Sementara, Yuktiasih Proborini, Eksekutif Direktur Sejiwa Foundation menuturkan bahwa masker transparan tersebut sangat penting bagi masyarakat terutama untuk penyandang tuna rungu. Selain itu, dimaksudkan untuk pelayan masyarakat seperti tenaga medis, pejabat pemerintahan, dan lainnya.
"Selain bahasa isyarat, teman tuna rungu biasanya melihat gerak bibir untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga kami berinovasi membuat masker transparan ini," tuturnya.
Masker yang diproduksi secara mandiri oleh kaum difabel itu memang berbeda. Di bagian mulut dibuat transparan agar kaum penyandang tuna rungu dapat berkomunikasi melalui bahasa bibir.
Saat ini, masker ramah bagi tuna rungu itu diproduksi di rumah Yuktiasih Proborini, Eksekutif Direktur Sejiwa Foundation di Jalan Kanfer Raya blok O-15 Banyumanik Semarang. Selain untuk penyandang tuna rungu, masker tersebut nantinya akan dijual bebas untuk warga.
"Saya belajar menjahit saat menjadi siswa SLB di Wonosobo jurusan tata busana," kata Agus Sutanto dengan terbata-bata, Selasa (19/5/2020)
Kemampuannya itu kemudian menginisiasi bersama Sejiwa Foundation untuk membuat masker yang ramah bagi penyandang tuna rungu."Untuk satu Minggu, kita bisa menghasilkan sekitar 300 masker seperti ini," sebutnya.
Sementara, Yuktiasih Proborini, Eksekutif Direktur Sejiwa Foundation menuturkan bahwa masker transparan tersebut sangat penting bagi masyarakat terutama untuk penyandang tuna rungu. Selain itu, dimaksudkan untuk pelayan masyarakat seperti tenaga medis, pejabat pemerintahan, dan lainnya.
"Selain bahasa isyarat, teman tuna rungu biasanya melihat gerak bibir untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga kami berinovasi membuat masker transparan ini," tuturnya.
Lihat Juga :