Miris, Tak Ada Salep untuk Gatal, Korban Banjir Demak Terpaksa Obati Kulit Pakai Solar

loading...
Miris, Tak Ada Salep untuk Gatal, Korban Banjir Demak Terpaksa Obati Kulit Pakai Solar
Warga di Desa Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terpaksa menggunakan solar untuk mengobati gatal-gatal akibat banjir. Foto/iNews TV/Sukmawijaya
DEMAK - Tidak ada salep kulit, warga korban banjir di Desa Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terpaksa menggunakan solar untuk mengobati kaki dari penyakit kulit. Penyakit kulit mendera warga, setelah permukimannya tergenang air kotor .

Baca juga: Banjir Terjang Panti Rehabilitasi, Pengurus Panti Berjibaku Evakuasi Pasien Gangguan Jiwa

Lima hari sejak banjir kedua melanda Desa Sayung, belum ada tim medis yang masuk ke lokasi bencana . Namun beberapa bantuan sembako dan makanan instan mulai berdatangan dari para relawan.



Sumadi, salah seorang korban banjir di Desa Sayung, mengaku terpaksa mengolesi kakinya yang gatal akibat terkena banjir dengan solar. "Menggunakan solar jadi pilihan, karena tidak ada salep. Selain itu, setelah diolesi solar kulit tidak gatal lagi," ungkapnya.



Baca juga: 500 Hektare Tanah Dirampas, 24 Hari Tangis dan Aksi Warga Gemparkan Sumut

Selain ketersediaan salep tidak ada, penggunaan solar sebagai obat gatal pada kulit ini menjadi pilihan warga Desa Sayung, karena harga salep kulit cukup mahal. "Kita gunakan bahan seadanya saja untuk obat," tuturnya.

Miris, Tak Ada Salep untuk Gatal, Korban Banjir Demak Terpaksa Obati Kulit Pakai Solar


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, Maskuri menilai, banjir Sayung tahun ini paling tinggi dibanding sebelumnya. "Namun seharusnya, luapan Sungai Tuntang, dan Sungai Dombo Sayung ini, bisa diantisipasi oleh pemerintah, seperti melakukan normalisasi," tegasnya.

Baca juga: Janda Muda yang Gemparkan Cianjur Usai Melahirkan Tanpa Hamil, Ternyata Dihamili Mantan Suami



Banjir kedua yang melanda wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, telah merendam delapan desa. Selain Desa Sayung, banjir juga menggenangi pemukiman Desa Purwosari, Desa Kalisari, Desa Loireng, Desa Tambakroto, Desa Pilangsari, Desa Prampelan, dan Desa Dombo.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top