500 Hektare Tanah Dirampas, Tangis Ratusan Warga Langkat Pecah di Pinggir Jalan

Kamis, 25 Februari 2021 - 08:53 WIB
loading...
500 Hektare Tanah Dirampas,...
Ratusan warga Desa Sungai Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggelar aksi demonstrasi di tepi jalan menuntut hak atas tanah yang dikuasai perusahaan swasta.Foto/iNews TV/Muhammad Hijrah Lubis
A A A
LANGKAT - Aksi demonstrasi di tepi jalan, digelar ratusan warga di Desa Sungai Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mereka menuntut pengembalian 500 hektare lahan yang kini dikuasai perusahaan swasta.

Baca juga: Kasus Penggunaan Lahan Diharapkan Berdasar Prinsip Equality Before The Law

Warga marah, dan menggelar aksi demonstrasi selama 23 hari, karena tanah yang selama ini menjadi penghidupannya dirampas oleh perusahaan swasta. Dan kasus tersebut, hingga kini tidak ada penyelesaian baik dari aparat penegak hukum maupun Pemkab Langkat.



Yuni, salah seorang warga Desa Sungai Tualang, yang turut serta dalam aksi demonstrasi ini, mengungkapkan, perampasan lahan seluas 500 hektare ini terjadi berulang kali sejak puluhan tahun silam. "Kami mengelola lahan ini turun-temurun dari orang tua," tuturnya.

Baca juga: Bos Trading di Bali Jadi Tersangka, 2 Kali Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Warga mendirikan posko tepat di sebelah Markas Koramil Brandan Barat, untuk menggelar aksi demonstrasi selama 23 hari. Pendirian posko di dekat markas militer ini, dilakukan warga karena mereka menganggap TNI sebagai pembela rakyat kecil .

Yuni menyebutkan, aksi demonstrasi yang dilakukan warga secara terus-menerus ini akan dilakukan ratusan warga hingga tuntutannya dikabulkan. "Kami akan terus melakukan aksi. Saat ini aksi kami lakukan dengan menggelar orasi di tepi jalan," tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Langkat sempat meninjau langsung demonstrasi yang dilakukan warga, namun wakil rakyat tersebut justru akan membubarkan aksi demonstrasi dan terkesan membela perusahaan yang telah merampas hak masyarakat .

Baca juga: Kebakaran dan Ledakan Gemparkan Probolinggo, 1 Motor, Pikap, dan 1 Ton Ikan Hangus

Warga memilih akan terus mempertahankan lahan tersebut, karena mereka yang semuanya petani sudah tidak memiliki ladang penghidupan apabila tanahnya dirampas . Aksi demonstrasi ini bukan tanpa resiko, preman-preman dari perusahaan swasta tersebut juga sering mengintimidasi warga .

Tangis warga sering tak terbendung lagi saat menggelar aksi demonstrasi. Mereka sudah tidak tahan dengan perlakuan para preman yang selalu meneror dan mengancam warga agar tidak lagi mengembala hewan ternak di lahan yang dirampas tersebut.

Baca juga: Istrinya Selingkuh, Pria Setengah Baya Tusuk Kepala Sekolah di Boyolali

Ratusan warga ini tetap berusaha untuk menyampaikan aspirasinya. Rencananya bila aksi demonstrasi yang telah dilakukan selama 23 hari ini tidak berhasil, maka perwakilan warga akan mencoba menemui Gubernur Sumatera Utara , untuk menyampaikan persoalan perampasan lahan yang menyengsarakan rakyat ini.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Kisah Rumah Tua di Jalan...
Kisah Rumah Tua di Jalan Darmo Jadi Cerminan Sengketa Tanah di Indonesia
SPS Pusat dan Sumut...
SPS Pusat dan Sumut Bantu Korban Longsor dan Banjir di Langkat
Bantuan Tahap Dua, FKMPI...
Bantuan Tahap Dua, FKMPI Sambangi Desa Lama Baru Langkat
Pengungsi di Langkat...
Pengungsi di Langkat Kekurangan Air Bersih, Prabowo: Segera Kita Atasi
Prabowo Kunjungi Pengungsi...
Prabowo Kunjungi Pengungsi di Langkat Sumut, Disambut Tangisan Ibu-ibu
3 Hakim Diperiksa KPK,...
3 Hakim Diperiksa KPK, Proses Eksekusi Lahan hingga Aset Tersangka Ditelusuri
Catat! Biaya Ubah Sertifikat...
Catat! Biaya Ubah Sertifikat HGB Jadi Hak Milik Hanya Rp50 Ribu
Warga LA Tolak Pengosongan...
Warga LA Tolak Pengosongan Lahan oleh TNI
Rekomendasi
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved