Istrinya Selingkuh, Pria Setengah Baya Tusuk Kepala Sekolah di Boyolali
Kamis, 25 Februari 2021 - 08:16 WIB
loading...
Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali, berhasil menangkap Sukamto, warga Winongan, Kabupaten Boyolali, karena melakukan penusukan terhadap kepala sekolah. Foto/iNews TV/Tata Rahmanta
A
A
A
BOYOLALI - Aksi kekerasan menggemparkan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pria setengah baya yang diketahui bernama Sukamto, nekat menusuk seorang kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Kamar Kos, 2 Pasangan Mesum Digerebek TRC Sabhara Polres Wajo
Pelaku yang merupakan warga Winongan, Kabupaten Boyolali, merasa cemburu karena menduga kepala sekolah dasar negeri yang diketahui bernama Panut Nugroho telah berselingkuh dengan istrinya .
Menurut pengakuan Sukamto, nekat menusuk korban karena emosi dan cemburu terhadap korban. "Soalnya sudah ada perjanjian untuk tidak menghubungi istri saya lagi, ternyata masih saja menghubungi, akhirnya saya emosi," ungkapnya.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Demak, 1 Rumah Roboh Ratusan Lainnya Rusak Atapnya
Kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam ini, dilakukan Sukamto pada 9 Januari 2021. Tersangka mendatangi langsung korban di sekolah tempat korban bekerja. Saat bertemu di ruang kepala sekolah, tersangka emosi dan menusuk korban menggunakan pisau.
Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Kamar Kos, 2 Pasangan Mesum Digerebek TRC Sabhara Polres Wajo
Pelaku yang merupakan warga Winongan, Kabupaten Boyolali, merasa cemburu karena menduga kepala sekolah dasar negeri yang diketahui bernama Panut Nugroho telah berselingkuh dengan istrinya .
Menurut pengakuan Sukamto, nekat menusuk korban karena emosi dan cemburu terhadap korban. "Soalnya sudah ada perjanjian untuk tidak menghubungi istri saya lagi, ternyata masih saja menghubungi, akhirnya saya emosi," ungkapnya.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Demak, 1 Rumah Roboh Ratusan Lainnya Rusak Atapnya
Kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam ini, dilakukan Sukamto pada 9 Januari 2021. Tersangka mendatangi langsung korban di sekolah tempat korban bekerja. Saat bertemu di ruang kepala sekolah, tersangka emosi dan menusuk korban menggunakan pisau.
Lihat Juga :