Catat! Anak Istri Dijamin BPJAMSOSTEK Jika Suami Meninggal Dunia

loading...
Catat! Anak Istri Dijamin BPJAMSOSTEK Jika Suami Meninggal Dunia
ilustrasi
BANDUNG - Duka mendalam pasti dirasakan seorang istri saat suami meninggal dunia . Perasaan sedih dan bingung pasti dirasakan, apalagi jika suami menjadi tulang punggung keluarga.

Bangkit dari rasa duka pun bukanlah perkara mudah. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui seorang istri saat suaminya meninggal dunia, terutama jika sang suami merupakan seorang pekerja.

Hal yang perlu istri ketahui adalah apakah sang suami merupakan pekerja yang didaftarkan perusahaannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan? Apakah gaji suami selama ini dipotong BPJS Ketenagakerjaan?

Baca juga: Dana Desa Belum Turun, Kepala Desa Terpaksa Pinjam Dana Talangan untuk Dukung PPKM Mikro

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen mengungkapkan, jika almarhum suami merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang sekarang lebih dikenal BPJAMSOSTEK, maka almarhum sebenarnya telah menyiapkan tabungan untuk istri serta anak-anaknya.



Tidar mengatakan, peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia mewariskan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Pensiun (JP) kepada istri serta anak-anak yang ditinggalkan.

Tidar menjelaskan bahwa hak yang didapatkan oleh sang istri adalah JHT berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.

Baca juga: Kecewa Pernyataan Nadiem, Guru Honorer: Pendidikan Harus Diurus Praktisi yang Profesional

Kemudian, JKM berupa uang tunai sebesar Rp42 juta hingga manfaat JP suami, baik lumpsum maupun berkala setiap bulan layaknya pegawai negeri sipil (PNS) bagi sang istri.

Tidak hanya itu, istri yang ditinggalkan pun tak pelu khawatir dengan pendidikan anak-anaknya. Pasalnya, BPJAMSOSTEK pun memberikan beasiswa maksimal kepada dua orang anak almarhum yang masih kecil hingga masuk universitas dengan catatan almarhum telah memiliki masa iuran kepesertaan paling singkat tiga tahun.



"BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan bukan hanya uang santunan, tapi termasuk memastikan perlindungan jaminan pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja yang meninggal dunia. Kami tidak ingin mereka sampai putus sekolah dikarenakan orang tua yang meninggal dunia," jelas Tidar di Bandung, Rabu (24/2/2021).

Tidar menerangkan, sang istri dapat mencairkan JHT, JKM, dan JP almarhum dengan menyiapkan sejumlah dokumen, yakni kartu BPJAMSOSTEK asli, KTP tenaga kerja dan ahli waris, kartu keluarga, akta kematian, surat nikah, surat keterangan ahli waris dari Kecamatan, surat keterangan berhenti bekerja atau vaklaring atau surat referensi kerja dari perusahaan, dan buku tabungan atas nama ahli waris.

Jika sang suami telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK minimal tiga tahun, maka anak almarhum berhak mendapatkan beasiswa BPJAMSOSTEK mulai SD hingga kuliah dengan melengkapi akta kelahiran anak, surat masih aktif sekolah dari sekolah, dan kartu pelajar.

"Jika semua persyatan tersebut telah disiapkan, maka sang istri cukup datang ke kantor kami, lapor ke satpam bahwa mau mencairkan klaim JHT, JKM, dan JP suami meninggal, maka kami akan dengan senang hati membantu anda,” tutup Tidar
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top