Gara-gara Uang, Paman Tega Bacok Keponakan hingga Kritis di Lebak
Rabu, 12 Maret 2025 - 21:29 WIB
loading...
IS (43) warga Kampung Binglu, Kabupaten Lebak kritis usai dibacok AS (52) pamannya sendiri. Foto/SindoNews
A
A
A
BANTEN - IS (43) warga Kampung Binglu, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak mengalami luka sobek di beberapa bagian tubuh usai dibacok AS (52) pamannya sendiri. Keduanya terlibat keributan karena dipicu masalah uang.
Peristiwa itu bermula ketika IS dan AS sepakat untuk berbisnis tanah. Namun, di tengah perjalanan keduanya cekcok gegara uang operasional. AS naik pitam dan membacok IS menggunakan golok ke beberapa bagian tubuh. Hingga akhirnya IS harus dilarikan ke rumah sakit karena darah segar terus bercucuran.
Kapolsek Malingping AKP Malik Abraham mengatakan pada awalnya korban IS dan AS melaksanakan bisnis tanah, kemudian setelah mendapatkan tanah. AS meminta uang operasional pengganti biaya selama mencari tanah tersebut, namun IS tidak mau memberikan uang tersebut.
Baca juga: Guru di Riau Tewas Dibunuh Suaminya, Dipergoki Anak saat Hendak Berangkat Sekolah
Selanjutnya, IS menyuruh AS menjual tanah tersebut ke orang lain jika harus menggunakan uang operasional. Hal itu membuat AS tersinggung. AS kemudian pulang ke rumahnya mengambil golok, kemudian kembali lagi ke rumah IS lalu melakukan penganiayaan terhadap korban.
Peristiwa itu bermula ketika IS dan AS sepakat untuk berbisnis tanah. Namun, di tengah perjalanan keduanya cekcok gegara uang operasional. AS naik pitam dan membacok IS menggunakan golok ke beberapa bagian tubuh. Hingga akhirnya IS harus dilarikan ke rumah sakit karena darah segar terus bercucuran.
Kapolsek Malingping AKP Malik Abraham mengatakan pada awalnya korban IS dan AS melaksanakan bisnis tanah, kemudian setelah mendapatkan tanah. AS meminta uang operasional pengganti biaya selama mencari tanah tersebut, namun IS tidak mau memberikan uang tersebut.
Baca juga: Guru di Riau Tewas Dibunuh Suaminya, Dipergoki Anak saat Hendak Berangkat Sekolah
Selanjutnya, IS menyuruh AS menjual tanah tersebut ke orang lain jika harus menggunakan uang operasional. Hal itu membuat AS tersinggung. AS kemudian pulang ke rumahnya mengambil golok, kemudian kembali lagi ke rumah IS lalu melakukan penganiayaan terhadap korban.
Lihat Juga :