Puluhan Personel Polres Minahasa Bantu Evakuasi Lokasi Bencana Banjir di Tenga dan Sinonsayang
Sabtu, 23 Januari 2021 - 14:38 WIB
loading...
Puluhan Personel Polres Minahasa Bantu Evakuasi Lokasi Bencana Banjir di Tenga dan Sinonsayang. Foto/Subhan
A
A
A
MINAHASA SELATAN - Puluhan personel piket fungsi Polres Minahasa Selatan (Minsel) dikerahkan untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana alam banjir, Desa Tawaang Barat, Kecamatan Tenga dan Desa Boyongpante, Kecamatan Sinonsayang, Minsel mulai Jumat hingga Sabtu (23/1/2021).
Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon bersama Wakapolres Kompol Farly Rewur dan sejumlah pejabat utama serta puluhan personel Polres Minsel, didukung aparat TNI Koramil Tenga, membantu masyarakat Desa Tawaang Barat mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat di gorong-gorong sungai.
Bencana alam banjir yang terjadi di Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang ini terjadi akibat curah hujan tinggi pada beberapa hari terakhir ini serta faktor air hujan kiriman dari daerah pegunungan melalui sungai.
"Debit air tinggi di Sungai Tongop, Desa Tawaang Barat, meluap sehingga terjadi penyumbatan di gorong-gorong samping Jalan Trans Sulawesi oleh sampah serta batang kayu yang hanyut dari daerah pegunungan, akibatnya sebanyak Empat rumah warga tergenang air," tutur AKBP S. Norman Sitindaon
Baca juga: Jamin Ketersediaan Elpiji di Daerah Terdampak Gempa Sulbar, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon bersama Wakapolres Kompol Farly Rewur dan sejumlah pejabat utama serta puluhan personel Polres Minsel, didukung aparat TNI Koramil Tenga, membantu masyarakat Desa Tawaang Barat mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat di gorong-gorong sungai.
Bencana alam banjir yang terjadi di Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang ini terjadi akibat curah hujan tinggi pada beberapa hari terakhir ini serta faktor air hujan kiriman dari daerah pegunungan melalui sungai.
"Debit air tinggi di Sungai Tongop, Desa Tawaang Barat, meluap sehingga terjadi penyumbatan di gorong-gorong samping Jalan Trans Sulawesi oleh sampah serta batang kayu yang hanyut dari daerah pegunungan, akibatnya sebanyak Empat rumah warga tergenang air," tutur AKBP S. Norman Sitindaon
Baca juga: Jamin Ketersediaan Elpiji di Daerah Terdampak Gempa Sulbar, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Lihat Juga :