Kualitas Lulusan SMK Pariwisata Dikeluhkan, DPR Ingatkan Sandiaga Uno

loading...
Kualitas Lulusan SMK Pariwisata Dikeluhkan, DPR Ingatkan Sandiaga Uno
Siswa siswi melakukan praktek front office dan house keeping di SMK Jaya Wisata 2 Jakarta Timur, Rabu (24/6/2020). Foto/SINDOnews
BANDUNG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf ), Sandiaga Uno diminta lebih memperhatikan kualitas lulusan SMK Pariwisata.

Menurut anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifah Amalia, lulusan SMK Pariwisata banyak dikeluhkan karena dinilai tak memiliki keterampilan yang memadai untuk bekerja di sektor pariwisata. Oleh karenanya, Ledia meminta Sandiaga Uno meningkatkan kualitas lulusan SMK Pariwisata.

"Untuk SMK Pariwisata banyak lulusannya yang dikeluhkan tidak memiliki keterampilan memadai untuk bekerja di bidang pariwisata, seperti kurang tersiapkan untuk bergiat di ranah kerja," ungkap Ledia di Bandung, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Sejak Awal Tahun, 136 Bencana Terjadi di Indonesia



Menurut Ledia, keluhan semacam itu kerap diterimanya dalam berbagai pertemuan di daerah pemilihan (dalil)-nya maupun daerah-daerah pada masa kunjungan kerja. Selain itu, saat bertemu dengan dinas pariwisata daerah, lembaga-lembaga, hingga perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata.

"SMK ini kan berada di bawah Ditjen Vokasi Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan bidang vokasi ini kita pahami sebagai lingkup pendidikan yang lebih banyak menitikberatkan kegiatan praktek keterampilan daripada teori," katanya.

"Kalau sampai ada keluhan soal rendahnya kualitas kelulusan mereka, tentu ada yang harus diperbaiki dan perlu menjadi perhatian Kemenparekraf," sambung Ledia.



Anggota legislatif dari dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini mengusulkan, Kemenparekraf menguatkan koordinasi dengan pihak Kemendikbud, agar sekolah-sekolah pariwisata memiliki standar kelulusan minimum yang sesuai dan diperlukan sektor pariwisata.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top