Didatangi Petugas Yustisi PPKM, Pedagang Blitar Pilih Kucing-kucingan

loading...
Didatangi Petugas Yustisi PPKM, Pedagang Blitar Pilih Kucing-kucingan
Petugas di Kabupaten Blitar, menggelar operasi yustisi dalam rangka pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021. Foto/Ist.
BLITAR - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Blitar, yang berlangsung mulai 11 Januari 2021, belum sepenuhnya ditaati para pedagang. Saat petugas menggelar operasi yustisi, masih banyak pemilik warung kopi, cafe, pedagang kaki lima dan toko yang melakukan aksi kucing-kucingan.

Baca juga: GBK Ditutup Selama PPKM, Menpora Singgung Nasib Pelatnas Cabor

"Saat petugas datang mereka tutup. Saat petugas pergi, buka lagi," ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyobudi kepada wartawan. Operasi yustisi yang digelar petugas gabungan, yakni polisi, TNI dan Satpol PP, berlangsung tiga kali dalam sehari. Operasi akan berlangsung maraton sampai 25 Januari 2021.

Pada operasi tanggal 11 Januari 2021 di wilayah Kecamatan Srengat, dan Kanigoro, kata Rustin, petugas menjaring sebanyak 30-an pedagang. Kemudian pada 12 Januari 2021 sebanyak 35 pedagang. Mereka tidak mentaati jam malam PPKM . Yakni hanya boleh berjualan hingga batas akhir pukul 20.00 WIB. "Masih ada yang mengaku tidak tahu," terang Rustin.





Dari total 65 pedagang yang terjaring operasi yustisi, 30 di antaranya mendapat teguran tertulis. Mereka mengerti ada PPKM , namun tetap nekat melanggar jam malam. Sedangkan 35 pedagang selebihnya hanya ditegur lisan.

Ada juga sejumlah warga yang terjaring operasi karena tidak mengenakan masker. Kemudian warga yang diperingatkan karena memakai masker dengan cara yang tidak benar. "Yang mendapat teguran lisan adalah mereka yang mengaku tidak tahu kalau ada PPKM ," kata Rustin.



Baca juga: Syekh Ali Jaber Wafat, Keluarga Besarnya di Lombok Melepas Penuh Keikhlasan
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top