Sebelum Ditemukan Terbunuh, Penculik Anak Pejabat di Karawang Sempat Minta Uang Rp400 Juta

loading...
Sebelum Ditemukan Terbunuh, Penculik Anak Pejabat di Karawang Sempat Minta Uang Rp400 Juta
Kadiman, orang tua almarhum Fathan yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
KARAWANG - Kasus pembunuhan Fathan Ardian Nurmiftah (19), yang jenazahnya ditemukan di dekat parit Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, mengungkap fakta baru jika sebelumnya korban telah diculik.

Baca juga: Ditemukan Tewas Dalam Kantung Plastik, Mahasiswa Korban Penculikan Ini Anak Pejabat

Bahkan, penculik yang diduga membunuh korban meminta uang tebusan sebesar Rp400 juta kepada keluarga korban, agar korban selamat. Namun pihak keluarga korban tidak menuruti permintaan penculik, karena permintaan keluarga untuk melihat kondisi korban tidak dipenuhi.

"Penculik itu menghubungi saya melalui pesan WhatsApp (WA) melalui handphone anak saya, dan meminta uang tebusan Rp400 juta. Saat itu saya masih belum percaya anak saya jadi korban penculikan. Namun penculik itu selalu menghubungi saya meminta uang tebusan sambil mengancam jika tidak dipenuhi anak saya akan dibunuh ," ujar ayah korban, Kadiaman.





"Setelah itu saya konsultasi dengan pihak kepolisian, dan diminta untuk tidak memenuhi permintaan uang itu melalui transfer, tapi harus diajak ketemuan. Penculiknya tidak mau diajak bertemu setelah itu hilang komunikasi," imbuh Kadiman saat ditemui dikediamannya, Kamis (14/1/2021).

Menurut Kadiman, pihak keluarga masih belum percaya jika anaknya telah menjadi korban penculikan dan pembunuhan . Saat penculik pertama kali menghubungi keluarga melalui handphone korban, masih dianggap bercanada.



Baca juga: Syekh Ali Jaber Wafat, Keluarga Besarnya di Lombok Melepas Penuh Keikhlasan
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top