Di Tengah Pandemi COVID-19, Ekraf Majalengka Dukung Musisi Keluarkan Album
Rabu, 13 Januari 2021 - 22:45 WIB
loading...
Kasi Kesenian dan Kebudayaan Didin Aminudin (pake topi) saat hadir di salah satu acara musisi balada Majalengka Iman Sabumi. Foto/Ist.
A
A
A
MAJALENGKA - Di tengah masa pandemi COVID-19, pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencoba untuk tetap melakukan aktivitas kreatifnya. Selama satu tahun ke depan, Komite Ekraf Majalengka mencoba untuk mendorong lahirnya enam album dari para musisi lokal.
Baca juga: Geber Pemulihan Pariwisata, Sandiaga Uno Gandeng Budi Karya Sumadi
Kabid Ekraf Disparbud Majalengka, Arief Gunawan mengatakan, lahirnya album tersebut sebagai salah satu tahapan yang perlu dilalui, oleh para pelaku Ekraf . Dengan demikian, setiap produk yang dihasilkannya akan memiliki nilai tambah. "Sehingga berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum," kata dia, Rabu (13/1/2021).
Terpisah, Kasi Kesenian dan Kebudayaan Disparbud Didin Aminudin mengatakan, akhir-akhir ini para musisi di Majalengka sejatinya sudah banyak yang telah melahirkan karya lagu hingga di angka puluhan. Namun, jelas dia, sebagian besar dari mereka masih berkutat di level kreasi .
"Tugas komite Ekraf itu mengawal lima proses Ekraf . Kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Untuk bidang musik, kebanyakan musisi di sini masih di level kreasi. Tidak sedikit musisi kita yang sudah punya puluhan lagu, tapi tidak berlanjut ke pembuatan album," kata Didin yang juga pengurus Komite Ekraf Majalengka .
Baca juga: Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar
Baca juga: Geber Pemulihan Pariwisata, Sandiaga Uno Gandeng Budi Karya Sumadi
Kabid Ekraf Disparbud Majalengka, Arief Gunawan mengatakan, lahirnya album tersebut sebagai salah satu tahapan yang perlu dilalui, oleh para pelaku Ekraf . Dengan demikian, setiap produk yang dihasilkannya akan memiliki nilai tambah. "Sehingga berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum," kata dia, Rabu (13/1/2021).
Terpisah, Kasi Kesenian dan Kebudayaan Disparbud Didin Aminudin mengatakan, akhir-akhir ini para musisi di Majalengka sejatinya sudah banyak yang telah melahirkan karya lagu hingga di angka puluhan. Namun, jelas dia, sebagian besar dari mereka masih berkutat di level kreasi .
"Tugas komite Ekraf itu mengawal lima proses Ekraf . Kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Untuk bidang musik, kebanyakan musisi di sini masih di level kreasi. Tidak sedikit musisi kita yang sudah punya puluhan lagu, tapi tidak berlanjut ke pembuatan album," kata Didin yang juga pengurus Komite Ekraf Majalengka .
Baca juga: Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar
Lihat Juga :