Banyak Tenaga Pendidik Terpapar COVID-19, Sekolah Diminta Perketat Aktivitas

loading...
Banyak Tenaga Pendidik Terpapar COVID-19, Sekolah Diminta Perketat Aktivitas
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Sekolah diminta memperketat aktivitas di sekolah, menyusul temuan beberapa kasus COVID-19 terhadap tenaga kependidikan.

Pengetatan aktivitas ini diharapkan dapat mengurangi penyebaran COVID di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung MS Iriyanto mengatakan, munculnya beberapa kasus Covid untuk beberapa tenaga kependidikan, mestinya meningkatkan kewaspadaan seluruh guru dan SDM lainnya.

"Kegiatan pembelajaran PJJ sebaiknya dilakukan dari rumah saja, guru tidak perlu datang ke sekolah. Dilakukan Pembatasan pekerja yang hadir di sekolah, maksimal 25%. Serta, tamu yang berkunjung ke sekolah hendaknya dibatasi secara ketat, bila perlu tidak menerima tamu," kata dia.



(Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Perdana Digelar Besok, Ridwan Kamil Sebut Penolak Vaksin Sumber Penyakit)

Menurut Iriyanto bila ditemukan adanya kasus COVID, manajemen sekolah secepatnya mengambil tindakan yang tegas dan terukur untuk menanggulanginya. Bila perlu lockdown selama 14 hari seperti yang dilakukan SMA Negeri 9 Bandung.

(Baca juga: Tenaga Pendidik di Kota Bandung Positif COVID-19 dan Meninggal, Klaster Pendidikan?)



Lebih lanjut dia menjelaskan, menunda pembelajaran tatap muka merupakan langkah yang sangat tepat dan bijaksana. Terlebih, Kota Bandung masuk kategori zona merah, dengan angka positif COVID yang masih cukup tinggi.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top