Sekolah Damai di Aceh Tanamkan Nilai-nilai Perdamaian dan Toleransi
Jum'at, 01 November 2024 - 14:16 WIB
loading...
Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris menegaskan pentingnya Sekolah Damai untuk mencegah penyebaran paham intoleransi, kekerasan dan perundungan. Foto/Ist
A
A
A
BANDA ACEH - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencanangkan program Sekolah Damai yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman.
Langkah ini sangat penting sebagai upaya menanggulangi bibit intoleransi, kekerasan dan perundungan di sekolah dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan terbebas dari sikap ekstremisme dan radikalisme di sekolah.
Baca juga: Cegah Swa-Radikalisasi lewat Duta dan Sekolah Damai
Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris menegaskan pentingnya Sekolah Damai untuk menanamkan pengetahuan kepada guru dan siswa dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, kekerasan dan perundungan.
“Sekolah Damai ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman, yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika agar para siswa mampu berpikir kritis, inklusif, dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan ekstrem,” kata Irfan Idris saat pelatihan guru Sekolah Damai di SMKN 2, Banda Aceh, dikutip Jumat (1/11/2024).
Langkah ini sangat penting sebagai upaya menanggulangi bibit intoleransi, kekerasan dan perundungan di sekolah dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan terbebas dari sikap ekstremisme dan radikalisme di sekolah.
Baca juga: Cegah Swa-Radikalisasi lewat Duta dan Sekolah Damai
Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris menegaskan pentingnya Sekolah Damai untuk menanamkan pengetahuan kepada guru dan siswa dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, kekerasan dan perundungan.
“Sekolah Damai ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan keberagaman, yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika agar para siswa mampu berpikir kritis, inklusif, dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan ekstrem,” kata Irfan Idris saat pelatihan guru Sekolah Damai di SMKN 2, Banda Aceh, dikutip Jumat (1/11/2024).
Lihat Juga :