Tenaga Pendidik di Kota Bandung Positif COVID-19 dan Meninggal, Klaster Pendidikan?

loading...
Tenaga Pendidik di Kota Bandung Positif COVID-19 dan Meninggal, Klaster Pendidikan?
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Kasus COVID-19 di Kota Bandung terus meningkat. Data terakhir, jumlah kasus COVID-19 aktif mencapai 700 kasus per Selasa (12/1/2021). Bahkan, kasus COVID-19 menyebabkan sejumlah tenaga kependidikan meninggal.

"Sebelumnya Kepala SMA Negeri 4 Bandung meninggal karena terkonfirmasi positif COVID-19 . Kemudian konfirmasinya positif COVID-19 satu keluarga salah satu guru SMK Negeri 12 Bandung dan suami dari ibu guru tersebut meninggal dunia kemarin," kata Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung MS Iritanto, dalam keterangan persnya yang diterima MNC News Portal, Rabu (13/1/2021).

Tak hanya meninggal dunia, beberapa tenaga kependidikan juga tercatat positif COVID-19. Mulai dari terkonfirmasi positif sebanyak 2 orang pegawai SMAN 9 Bandung. Kabar terkahir, sore kemarin, terkonfirmasi positif COVID-19 Kepsek SMK Negeri 6 Bandung.

(Baca juga: 15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Bandung, Bio Farma Siap Produksi Massal)



Perlu diwaspadai juga, kata dia, terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 29 pegawai Samsat Jalan Pajajaran. Kendati bukan lembaga pendidikan, namun Kantor Samsat tersebut bersebelahan dengan SMKN 12 Bandung.

(Baca juga: Lama Tidak Muncul, Bupati Bandung Barat dan Istri Positif COVID-19)

"Bisa jadi, mungkin ada kejadian lain di lingkungan satuan pendidikan yang tidak saya ketahui. Ini bukti bahwa COVID-19 itu benar-benar ada, dan tidak mustahil virusnya sudah merambah di beberapa satuan pendidikan yang ada di kota Bandung," jelas dia.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top