DPRD Sumsel Belum Dilibatkan Terkait Sosialisasi Penerima Vaksin
Selasa, 12 Januari 2021 - 10:34 WIB
loading...
DPRD Sumsel Belum Dilibatkan Terkait Sosialisasi Penerima Vaksin. Foto/SINDOnews/Dede Feb
A
A
A
PALEMBANG - DPRD Sumsel mengaku belum dihubungi ataupun diikutsertakan dalam rapat koordinasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait sosialisasi penerima vaksin COVID-19 Sinovac.
"Sampai saat ini belum ada yang menghubungi untuk diajak rapat koordinasi dengan Forkompinda untuk penerima vaksin ini," ujar Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati kepada SINDOnews, Selasa (12/1/2021).
Meskipun begitu, kata Anita, pemerintah memastikan kepada masyarakat penerima vaksin COVID-19 nantinya akan menjadi lebih sehat terhadap virus, bukan sebaliknya.
Terdapat kriteria yang diperbolehkan untuk menerima vaksin, diantaranya soal usia dan beberapa penyakit yang tidak boleh di vaksin.
"Penerima vaksin tidak mengidap penyakit diabetesmelitus, reumatik autoimun, penyakit jantung dan beberapa penyakit lainnya. Jadi, mereka yang menerima vaksin akan kembali diperiksa kesehatannya," katanya.
Anita juga mengatakan, orang pertama yang wajib menerima vaksin adalah tenaga kesehatan (Nakes). "Saya belum diskusikan ini kepada seluruh fraksi, namun kiranya kalau memang ini sudah diperintahkan oleh pemerintah pusat tentunya kita harus patuh," ungkapnya.
(Baca juga: Jambret Pendeta saat Bersepeda, Residivis Ini Ditembak Jatanras Polda Sumsel)
"Sampai saat ini belum ada yang menghubungi untuk diajak rapat koordinasi dengan Forkompinda untuk penerima vaksin ini," ujar Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati kepada SINDOnews, Selasa (12/1/2021).
Meskipun begitu, kata Anita, pemerintah memastikan kepada masyarakat penerima vaksin COVID-19 nantinya akan menjadi lebih sehat terhadap virus, bukan sebaliknya.
Terdapat kriteria yang diperbolehkan untuk menerima vaksin, diantaranya soal usia dan beberapa penyakit yang tidak boleh di vaksin.
"Penerima vaksin tidak mengidap penyakit diabetesmelitus, reumatik autoimun, penyakit jantung dan beberapa penyakit lainnya. Jadi, mereka yang menerima vaksin akan kembali diperiksa kesehatannya," katanya.
Anita juga mengatakan, orang pertama yang wajib menerima vaksin adalah tenaga kesehatan (Nakes). "Saya belum diskusikan ini kepada seluruh fraksi, namun kiranya kalau memang ini sudah diperintahkan oleh pemerintah pusat tentunya kita harus patuh," ungkapnya.
(Baca juga: Jambret Pendeta saat Bersepeda, Residivis Ini Ditembak Jatanras Polda Sumsel)
Lihat Juga :