Aktivitas Kegempaan Meningkat, Analisa Erupsi Merapi Cenderung Eksplosif

Senin, 04 Januari 2021 - 20:15 WIB
loading...
Aktivitas Kegempaan...
Berdasarkan analisa kenaikan kegempaan yang terjadi sejak status dinaikkan menjadi siaga, karakter dominan Merapi bakal ke arah erupsi eksplosif. Foto: Dok/SINDONews
A A A
YOGYAKARTA - Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) menyebut karakter dominan Merapi bakal ke arah erupsi eksplosif. Hal ini berdasarkan analisa kenaikan kegempaan yang terjadi sejak status dinaikkan menjadi siaga.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, pihaknya memang melakukan evaluasi terhadap gejala peningkatan aktivitas vulknik di Merapi, hasil analisa berdasarkan jumlah kegempaan terutama VA dan VB kemudian juga laju kecepatan gempa guguran hal ini mengadakan kecenderungan ke arah letusan eksplosif. (Baca Juga: Hari ini, Lima Kali Suara Gemuruh Terdengar dari Puncak Merapi)

“Analisa awal kita setelah kita naikkan dari waspada ke siaga memang eksplosif, kemudian kita evaluasi karena terjadi penurunan aktivitas vulkanik yang mengarah ke efusif. Namun kemudian terjadi peningkatan kegempaan dan laju deformasi, nah kalau model ini mengarah atau cenderung ke eksplosif,” terangnya saat zoom meeting perkembangan Merapi terkini, Senin (4/1/2021).

Dijelaskannya, saat ini juga terjadi perubahan morfologi di puncak Merapi. Namun demikian perubahan masih perubahan minor dan belum membentuk kubah lava baru. “Perubahan morfologi ini karena aktivitas guguran," katanya. (Baca Juga: Pagi Ini Lava Pijar Meluncur Dari Puncak Merapi Menuju Kali Lamat Sejauh 1,5 Km)

Dalam minggu ini lanjut dia, kegempaan di Merapi tercatat 501 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.403 kali gempa Fase Banyak (MP), 4 kali gempa Low Frekuensi (LF), 343 kali gempa Guguran (RF), 494 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT). "Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," ulasnya. (Baca Juga: Status Masih Siaga, Sleman Perpanjang Tanggap Darurat Merapi)

Begitu juga dengan laju pemendekan jarak tunjam yang diukur berdasarkan electronic distance measurement (EDM) diketahui naik menjadi 14 cm. Hal ini meningkat dari sebelumnya yaitu 11 cm per hari. "Kawasan rawan bahaya masih asam radius 5 km dari puncak Merapi," pungkasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.500 Meter
Waspada, Gunung Dukono...
Waspada, Gunung Dukono Alami Erupsi Sore Ini
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Ngeri! Penampakan Gunung...
Ngeri! Penampakan Gunung Merapi Muntahkan 2 Kali Awan Panas Wedus Gembel
Satu Korban Meninggal...
Satu Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, 2 Lainnya Dalam Pencarian
Buntut Kasus Daycare...
Buntut Kasus Daycare di Yogyakarta, DPR Desak Pemda Evaluasi Izin Seluruh Tempat Titip Anak
Kekerasan Daycare di...
Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Selly PDIP: Tragedi Kegagalan Sistem Perlindungan Anak
Apartemen di Yogyakarta...
Apartemen di Yogyakarta Mulai Rp300 Jutaan! NexCity Hadirkan Hunian Strategis Sekaligus Peluang Passive Income
Rekomendasi
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved