Update COVID-19 Salatiga, Positif Isolasi Capai 517 Orang
Selasa, 22 Desember 2020 - 18:59 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
SALATIGA - Kurva angka COVID-19 di Kota Salatiga, Jawa Tengah setiap hari meningkat. Pada Selasa (22/12/2020) terdapat penambahan sebanyak 15 kasus.
Adapun jumlah warga Salatiga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan hingga saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif serta isolasi mandiri sebanyak 517 orang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, jumlah kumulatif kasus positif isolasi 1.452 orang.
Sebanyak 517 orang diantaranya masih menjalani isolasi, 907 orang sudah dinyatakan sembuh dan 28 orang meninggal.
Menilik tingginya kurva angka COVID-19, Kepala DKK Salatiga Siti Zuraida mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan di rumah dan lingkungan masing-masing. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak sering berada di ruang ber AC.
“Penggunaan AC yang tidak bagus akan mensirkulasikan virus corona (COVID-19) dan menyebabkan penularan. Oleh karena itu pertemuan-pertemuan sebaiknya dilaksanakan di ruang terbuka, kalau di ruangan usahakan matikan AC saja," katanya.
Dia mengungkapkan, beberapa kasus terakhir ada tim medis yang taat protokol, namun terpapar COVID-19. Mereka terpapar COVID-19 setelah mengikuti rapat koordinasi di ruang ber-AC.
Adapun jumlah warga Salatiga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan hingga saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif serta isolasi mandiri sebanyak 517 orang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, jumlah kumulatif kasus positif isolasi 1.452 orang.
Sebanyak 517 orang diantaranya masih menjalani isolasi, 907 orang sudah dinyatakan sembuh dan 28 orang meninggal.
Menilik tingginya kurva angka COVID-19, Kepala DKK Salatiga Siti Zuraida mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan di rumah dan lingkungan masing-masing. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak sering berada di ruang ber AC.
“Penggunaan AC yang tidak bagus akan mensirkulasikan virus corona (COVID-19) dan menyebabkan penularan. Oleh karena itu pertemuan-pertemuan sebaiknya dilaksanakan di ruang terbuka, kalau di ruangan usahakan matikan AC saja," katanya.
Dia mengungkapkan, beberapa kasus terakhir ada tim medis yang taat protokol, namun terpapar COVID-19. Mereka terpapar COVID-19 setelah mengikuti rapat koordinasi di ruang ber-AC.
Lihat Juga :