5 Pelaku Pungli saat PSBB Dibekuk Polisi

Rabu, 13 Mei 2020 - 14:00 WIB
loading...
5 Pelaku Pungli saat PSBB Dibekuk Polisi
Satgas Saber Pungli Kabupaten Bandung mengungkap kasus pungutan liar di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jalan Rencaekek, Kabupaten Bandung. SINDOnews/Agus Warsudi
A A A
BANDUNG - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Bandung mengungkap kasus pungutan liar (Pungli) di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jalan Rencaekek, Kabupaten Bandung. Lima warga Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam CV KS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, yakni MF (29), ES (23), FM (21), CE (18), dan NRS (23),

Wakapolresta Bandung yang juga Ketua Satgas Saber Pungli AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pungutan liar ini terjadi di Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung, tepatnya di sekitar Toserba Borma Rancaekek. Modus operandi kelima tersangka, kata Antonius, memanfaatkan PSBB Provinsi Jabar untuk melakukan pungutan liar dengan cara menjual sticker bertuliskan "kawal 1" secara paksa terhadap pengemudi kendaraan yang mengakut sembako.

"Tersangka melakukan pungutan dengan cara menjual stiker yang diklaim ketika kendaraan ditempeli stiker tersebut bisa lolos melewati pos PSBB," kata Antonius di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/5/2020). (Baca juga; Bandara Husein Sastranegara Kembali Dibuka, Ini Persyaratan Calon Penumpang )

Antonius juga menyebut bahwa ada unsur pemaksaan yang dilakukan para tersangka saat menjual stiker ini kepada para sopir. Jika tak menuruti permintaan, para pelaku mengancam akan melakukan tindak kekerasan para sopir. Sasaran para tersangka adalah sopir truk pengangkut ayam, angkutan barang, angkutan sayur, dan angkutan sembako.

Saat pertama penempelan, tersangka menjual satu stiker seharga Rp150.000 dan untuk selanjutnya pada setiap kali lewat pos kawal 1, para sopir disuruh membayar kembali uang sebesar Rp5.000 sampai dengan Rp10.000 untuk sekali jalan. (Baca juga; MUI Jabar Belum Bisa Bersikap soal Salat Id saat Wabah COVID-19 )

"Hal itu dilakukan dengan dalih bahwa yang memiliki stiker tersebut dapat diloloskan pada setiap pemeriksaan di pos check point PSBB di seluruh wilayah. Padahal, kendaraan pengangkut sembako ini sangat diprioritaskan di kondisi pandemi saat ini," ujar Antonius.

Polresta Bandung, tutur Wakapolresta, memastikan pungutan liar ini tidak akan terjadi lagi di Kabupaten Bandung. Kini kelima tersangka telah mendekam di sel tahanan. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti stiker dan daftar sopir yang memberikan setoran, berikut uang hasil pungli sebesar Rp264.000.

Bahkan polisi juga telah menutup pos pengecekan PSBB di Rancaekek. "Sudah ditutup (pos pengecekan). Kami pastikan, tak ada lagi pungli terhadap sopir truk," tanda Antonius.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1944 seconds (11.210#12.26)