PLT Bupati Raja Ampat Sesalkan Sekda Umumkan Hasil CPNS Tanpa Sepengetahuan Dirinya

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:37 WIB
loading...
PLT Bupati Raja Ampat Sesalkan Sekda Umumkan Hasil CPNS Tanpa Sepengetahuan Dirinya
Ilustrasi seleksi CPNS. Foto/Dok
A A A
WAISAI - Pelaksana Tugas Bupati Raja Ampat , Manuel Piter Urbinas menyesalkan sikap anak buahnya, yakni Sekda Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim, yang mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018, tanpa sepengetahuan dirinya.

Kekecewaan Urbinas ini disampaikan dalam jumpa pers bersama wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020) siang tadi. (Baca juga: 320 Pencaker Lulus CPNS, Sekda Raja Ampat Klaim Tak Ada Muatan Politis Jelang Pilkada )

Menurut Urbinas, sebelumnya dia telah memberikan perintah kepada Sekda Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim, selaku Ketua Panitia Seleksi, agar menyerahkan hasil seleksi CPNS formasi 2018 secara tertulis untuk diketahuinya tentang kuota 80% Orang Asli Papua dan 20% Non Papua, baru diumumkan kepada publik. (Baca juga: Positif Covid-19, Sebanyak 117 Peserta Tes SKB CPNS Minta Penjadwalan Ulang )

Namun sayangnya perintah Penjabat Bupati Raja Ampat itu tidak digubris Sekda Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim. Bahkan jumpa pers terkait pengumuman kelulusan CPNS formasi 2018 dilakukan di rumah dinas Sekda Kabupaten Raja Ampat.

Manuel mengatakan, dirinya sudah meminta klarifikasi kepada Sekda Yusuf Salim atas pengumuman tes CPNS formasi 2018 tanpa sepengetahuan dirinya. Namun jawaban sekda, karena hal ini menyangkut proses pemberkasan NIP CPNS yang sudah harus segera diproses oleh BKN.

"Sesuai dengan apa yang kawan-kawan wartawan dengar, seperti itu memang tadi pagi ada pengumuman dari Sekda Kabupaten Raja Ampat tentang hasil pengumuman tes CPNS formasi 2018. Tadi saya sudah minta klarifikasi dari Sekda kenapa diumumkan seperti itu, tanpa sepengetahuan dirinya. Dari laporan Sekda bahwa memang diminta untuk hasil tes diumumkan secepatnya karena berhubungan dengan NIP yang akan dikeluarkan," kata Manuel Piter Urbinas kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (16/10/2020).

Padahal menurut Manuel, sebelumnya dirinya telah memerintahkan Sekda agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya untuk mengetahui hasil pengumuman itu. Dia meminta ditunda dulu pengumuman tersebut beberapa saat dan diumumkan setelah dirinya melihat hasil tersebut. Tujuannya agar nantinya dia selaku pelaksana tugas bupati mempunyai jawaban yang sama dengan panitia seleksi.

Namun kenyataannya hasil seleksi telah diumumkan tanpa sepengetahuan dirinya. Hal itu membuat Manuel kecewa.

"Hasil itu sendiri, kemarin sudah saya koordinasi, panggil Sekda menghadap, minta untuk pagi ini jangan diumumkan dulu. Laporkan hasilnya secara tertulis kepada saya selaku PLT Bupati Raja Ampat, saya pelajari dulu barang dua jam begitu baru link dibuka untuk diumumkan. Supaya saya punya jawaban yang sama dengan mereka. Tapi kenyataannya pagi ini berbeda. Tiba-tiba pagi tadi sudah diumumkan. Saya sendiri, jangankan nama yang lulus, titik pun saya tidak mengetahui nya. Sebagai PLT saya kecewa juga. Saya tidak dihargai seperti itu," kata Manuel dengan nada kecewa.

Manuel mengatakan, paling tidak dirinya dikasih tahu bahwa mau diumumkan hasil seleksi. Kalau sistem yang dibuat oleh komputer itu kan bisa dibuka, di-print dulu, yang lulus, lalu ditutup lagi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4079 seconds (11.97#12.26)