Senyum Nurbuwati Setelah 50 Tahun Hanya Bisa Pakai Air Keruh
Kamis, 08 Oktober 2020 - 07:13 WIB
loading...
Nurbuwati (jilbab putih) saat mengikuti peresmian SPAM Petanglong oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Dok. Humas Pemprov Jateng
A
A
A
PURWOREJO - Nurbuwati tak menyangka bisa menikmati beningnya air di usianya yang sudah setengah abad. Sebab sejak kecil hingga usianya kini 50 tahun, ia sudah terbiasa mandi dan mencuci dengan air sumur di rumahnya yang keruh dan berwarna kuning. Sementara untuk memasak dan minum, ia setiap hari harus membeli air galon di warung.
Namun kini tampak berbeda. Ia bisa menikmati jernihnya air dan tak perlu kesulitan membeli air di warung, Rabu (7/10/2020). (Baca juga: Jual Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 3 Pemuda Dibekuk Polisi )
Yah, Nurbuwati adalah satu dari 16.000 warga Purworejo yang mendapatkan saluran air bersih berkat terselesaikannya pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Keburejo. Sistem pengelolaan air minum yang melayani warga Kebumen dan Purworejo dengan kapasitas 600 liter per detik kini telah resmi beroperasi dan mengalir ke rumah-rumah warga.
"Sebelum ada air SPAM ini, saya pakai air sumur dari sumber mata air di sini. Airnya warnanya kuning, kalau mencuci baju putih, itu bisa berubah warnanya jadi kuning," ungkapnya. (Baca juga: Sadis, 3 Pria Sandera 3 Bocah Laki-laki Lalu Diperkosa )
Karena warna kuning itulah, Nurbuwati dan beberapa warga lain memilih membeli air galon untuk keperluan memasak. Ia harus rela merogoh kocek cukup besar untuk keperluan ini. "Sehari satu galon air , kalau sebulan ya 30 galon. Pergalonnya itu 5.000," terangnya.
Namun kini tampak berbeda. Ia bisa menikmati jernihnya air dan tak perlu kesulitan membeli air di warung, Rabu (7/10/2020). (Baca juga: Jual Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 3 Pemuda Dibekuk Polisi )
Yah, Nurbuwati adalah satu dari 16.000 warga Purworejo yang mendapatkan saluran air bersih berkat terselesaikannya pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Keburejo. Sistem pengelolaan air minum yang melayani warga Kebumen dan Purworejo dengan kapasitas 600 liter per detik kini telah resmi beroperasi dan mengalir ke rumah-rumah warga.
"Sebelum ada air SPAM ini, saya pakai air sumur dari sumber mata air di sini. Airnya warnanya kuning, kalau mencuci baju putih, itu bisa berubah warnanya jadi kuning," ungkapnya. (Baca juga: Sadis, 3 Pria Sandera 3 Bocah Laki-laki Lalu Diperkosa )
Karena warna kuning itulah, Nurbuwati dan beberapa warga lain memilih membeli air galon untuk keperluan memasak. Ia harus rela merogoh kocek cukup besar untuk keperluan ini. "Sehari satu galon air , kalau sebulan ya 30 galon. Pergalonnya itu 5.000," terangnya.
Lihat Juga :