Para Pakar Lingkungan Dunia Mulai Bahas Rumah Era COVID-19
Senin, 05 Oktober 2020 - 13:54 WIB
loading...
Para delegasi dari berbagai negara hadir di Surabaya untuk membahas tentang permukiman di tengah pandemi. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Para pakar bangunan dan lingkungan sehat berkumpul di Surabaya . Mereka membahas kebutuhan hunian serta lingkungan yang bersih untuk menjawab kebutuhan di tengah pandemi COVID-19. Kedatangan mereka sekaligus merayakan Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) yang digelar di Kota Surabaya , Senin (5/10/2020).
Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini menuturkan, nanti malam ada pidato dari Presiden RI dan Sekjen PBB sebelum perayaan Hari Habitat Dunia dimulai. (Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Selanjutnya, seluruh pakar yang ada di dunia terutama mereka yang fokus di hunian serta lingkungan akan mengisi panel dengan pembicara dari berbahai negara. "Saat ini kita ada masalah pandemi yang dihadapi kota-kota di dunia. Akan jadi catatan kita untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Risma.
Ia melanjutkan, cerita sukses kota di dunia yang bisa mengendalikan COVID-19 akan menjadi rujukan bersama. Berbagai kota akan menceritakan cara mereka bisa menekan jumlah penularan.
"Kita akan bicara untuk mendiskusikan kawasan kumuh juga, untuk menangani masalah pandemi seperti ini pasti ada caranya," ungkapnya. (Baca juga: 2 Peserta SKB CPNS Blitar Positif COVID-19, dan Belasan Peserta Gugur )
Saat ini, lanjutnya, selalu ada pertambahan penduduk dunia di perkotaan. Sehingga kelompok urban terus bertambah di berbagai belahan dunia. Permasalahan mereka harus bisa dicarikan jalan tengah bersama.
"Salah satu pirantinya juga tentang biaya hidup, hampi 50% untuk transportasi. Sehingga butuh solusi untuk menekan biaya itu bagi tepat tinggal warga," imbuhnya.
Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini menuturkan, nanti malam ada pidato dari Presiden RI dan Sekjen PBB sebelum perayaan Hari Habitat Dunia dimulai. (Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Selanjutnya, seluruh pakar yang ada di dunia terutama mereka yang fokus di hunian serta lingkungan akan mengisi panel dengan pembicara dari berbahai negara. "Saat ini kita ada masalah pandemi yang dihadapi kota-kota di dunia. Akan jadi catatan kita untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Risma.
Ia melanjutkan, cerita sukses kota di dunia yang bisa mengendalikan COVID-19 akan menjadi rujukan bersama. Berbagai kota akan menceritakan cara mereka bisa menekan jumlah penularan.
"Kita akan bicara untuk mendiskusikan kawasan kumuh juga, untuk menangani masalah pandemi seperti ini pasti ada caranya," ungkapnya. (Baca juga: 2 Peserta SKB CPNS Blitar Positif COVID-19, dan Belasan Peserta Gugur )
Saat ini, lanjutnya, selalu ada pertambahan penduduk dunia di perkotaan. Sehingga kelompok urban terus bertambah di berbagai belahan dunia. Permasalahan mereka harus bisa dicarikan jalan tengah bersama.
"Salah satu pirantinya juga tentang biaya hidup, hampi 50% untuk transportasi. Sehingga butuh solusi untuk menekan biaya itu bagi tepat tinggal warga," imbuhnya.
Lihat Juga :